KENDARI, TERASSULTRA.COM – Aroma masakan hangat menyeruak dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Kendari, Senin pagi, 30 Maret 2026. Di antara deretan peralatan stainless steel yang tertata rapi dan petugas berseragam yang sibuk bekerja, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka, berdiri mengamati dengan seksama.
Hari itu, ia meresmikan operasional dapur gizi yang digadang menjadi model layanan pemenuhan nutrisi berbasis institusi di wilayah tersebut.
“Ini bukan sekadar program makan gratis. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas generasi kita ke depan,” urainya.
Ia menekankan bahwa keberadaan SPPG Polri di Kendari merupakan bukti bahwa layanan publik bisa dikelola dengan standar tinggi mulai dari kebersihan, manajemen bahan pangan, hingga distribusi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka tak hanya menekan tombol peresmian. Ia menyusuri setiap sudut dapur dari ruang penyimpanan bahan baku, area pengolahan, hingga sistem distribusi makanan ke sekolah.
Menurutnya, fasilitas ini telah memenuhi standar kelayakan yang bisa dijadikan rujukan nasional.
“Saya lihat langsung prosesnya. Higienitasnya terjaga, alurnya jelas, dan peralatannya memadai. Ini sudah layak menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.
Di dapur itu, setiap proses dirancang terukur. Bahan pangan masuk melalui jalur seleksi, diolah dengan prosedur ketat, lalu dikemas sebelum dikirim ke sekolah-sekolah sasaran. Sistem ini disebut terintegrasi untuk menjamin kualitas sekaligus ketepatan distribusi.
Program Makan Gizi Gratis yang menjadi payung dari SPPG menyasar pelajar sebagai penerima utama. Namun, menurutnya, dampaknya jauh melampaui sekadar mengenyangkan.
“Kita bicara tentang masa depan anak-anak. Kalau gizinya terpenuhi, daya pikirnya meningkat, produktivitasnya tumbuh. Di situlah fondasi SDM unggul dibangun,” ungkapnya.
“Program ini juga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menekan angka stunting di Sultra, yang selama ini masih menjadi perhatian pemerintah,” sambungnya.
Di balik aktivitas dapur, ada denyut ekonomi yang ikut bergerak. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuka peluang bagi petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro untuk menjadi bagian dari rantai pasok.
“Yang kita bangun bukan hanya dapur, tapi ekosistem. Petani kita bisa menyuplai sayur, nelayan memasok ikan, UMKM terlibat dalam distribusi. Ini menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal,” jelasnya.
Pemprov Sultra tambah Andi Sumangerukka menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam menjalankan program ini. Keterlibatan Polri dan Badan Gizi Nasional dinilai sebagai contoh sinergi lintas sektor yang efektif.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Program sebesar ini hanya bisa berhasil kalau semua pihak bergerak bersama,” tegasnya.
“Kita berharap berharap SPPG Polresta Kendari menjadi titik awal pengembangan layanan serupa di wilayah lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar