KENDARI, TERASSULTRA.COM – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mendapat dorongan baru. Irjen Pol Didik Agung Widjanarko bersama Andi Sumangerukka meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Polresta Kendari, Senin (30/3/2026).
Peresmian berlangsung di tengah kehadiran sejumlah pejabat daerah, mulai dari Wakapolda Sultra Gidion Arief Setyawan, pimpinan DPRD Sultra, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir pula Wali Kota Kendari dan jajaran pejabat utama Polda Sultra.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka menempatkan program ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang daerah. Menurut dia, pemenuhan gizi bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan fondasi utama dalam membangun generasi yang kompetitif.
“Program ini tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Ini adalah bagian dari strategi besar kita untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, intervensi gizi sejak usia dini menjadi kunci dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Kalau gizi terpenuhi, maka daya serap belajar anak juga meningkat. Ini efek berantai yang sangat penting bagi pembangunan daerah,” bebernya.
Sementara itu, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menekankan bahwa kehadiran SPPG merupakan wujud konkret peran Polri di luar fungsi keamanan. Ia menyebut, Polri kini turut mengambil bagian dalam isu-isu strategis sosial, termasuk pemenuhan gizi masyarakat.
“SPPG Polresta Kendari saat ini melayani sekitar 2.700 penerima manfaat. Ini bukan angka kecil. Ini adalah kontribusi nyata Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia merinci, secara keseluruhan terdapat 16 unit SPPG Polri di wilayah hukum Polda Sultra. Dari jumlah tersebut, 13 unit telah beroperasi, dua dalam tahap persiapan, dan satu lainnya berada di wilayah terpencil.
“Ke depan, kami berharap SPPG Polresta Kendari ini bisa menjadi model bagi daerah lain. Baik dari sisi manajemen, distribusi, maupun dampak yang dihasilkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, hingga masyarakat.
“Ini bukan pekerjaan satu pihak. Semua harus terlibat agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas,” tutupnya
Koordinator Regional SPPG Sulta, Maharani Puspaningrum, mengatakan program ini membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha bahan pangan.
“SPPG ini menciptakan rantai ekonomi baru. Mulai dari petani, pemasok bahan pangan, hingga tenaga kerja lokal yang terlibat langsung dalam operasional,” urainya.
Ia menilai, jika dikelola secara konsisten, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
“Dampaknya ganda. Di satu sisi kita meningkatkan kesehatan masyarakat, di sisi lain kita mendorong perputaran ekonomi lokal,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar