KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana di Kota Kendari, Pemerintah Kecamatan Puuwatu di bawah kepemimpinan Camat Sainul Latief, terus melakukan langkah-langkah antisipatif dan nyata di lapangan.
Salah satu langkah strategis yang kini rutin dilakukan adalah pembersihan saluran drainase secara berkala di sejumlah titik rawan banjir dan genangan air.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari strategi mitigasi bencana banjir serta upaya pencegahan penyakit yang timbul akibat buruknya sanitasi lingkungan, seperti demam berdarah dengue (DBD). Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan lurah, kepala lingkungan, petugas kebersihan, dan tokoh masyarakat setempat.

Camat Puuwatu Sainul Latief bersama warga saat membersihkan sampah. Foto Andri
“Kami tidak menunggu sampai banjir datang. Saluran drainase harus dibersihkan secara berkala agar air hujan dapat mengalir dengan lancar. Selain mengangkat sedimen lumpur dan sampah yang menyumbat, ini juga sekaligus untuk mencegah berkembangbiaknya jentik nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD,” ujar Camat Puuwatu, Sainul Latief, saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (2/7/2025).
Tak hanya itu, Mantan wartawan Kendari Pos itu menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Puuwatu, terutama di beberapa titik seperti Kelurahan Watulondo, dan Lalodati, memiliki riwayat kerawanan terhadap banjir dan genangan air. Namun, berkat intervensi berkelanjutan melalui program normalisasi saluran dan edukasi kepada warga, ancaman tersebut dapat ditekan secara signifikan.
Secara khusus tambahnya Kelurahan Lalodati yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah langganan banjir. Namun, saat ini kondisi tersebut mulai berubah drastis sejak dibangunnya kolam retensi yang berfungsi sebagai penampung air limpasan hujan.

Camat Puuwatu Sainul Latief saat mengunjungi salah satu korban banjir di Lorong Suzuki I Kelurahan Punggulaka. Foto Andri
“Wilayah Lalodati dulu menjadi perhatian khusus karena sering banjir. Tapi dengan adanya kolam retensi yang sudah difungsikan dengan baik, alhamdulillah wilayah itu tidak lagi mengalami banjir besar. Ini berkat kerja sama semua pihak dan perencanaan yang tepat,” katanya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur drainase, Sainul Latief juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penanganan sampah rumah tangga dan jadwal pembuangannya. Menurutnya, banyak persoalan banjir bermula dari kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang akhirnya menyumbat saluran air.
“Kami terus mengingatkan warga soal jadwal buang sampah, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kalau saluran air bersih, risiko banjir dan penyakit juga bisa ditekan,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan juga memanfaatkan momen kerja bakti dan musyawarah kelurahan sebagai ajang menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Langkah antisipatif lainnya yang dilakukan Camat Puuwatu adalah menginstruksikan para lurah untuk rutin turun langsung ke lapangan, terutama saat intensitas hujan meningkat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga tetap aman dan nyaman.

Camat Puuwatu Sainul Latief saat mengunjungi korban banjir di Lorong Suzuki I Kelurahan Punggulaka. Foto Andri
“Saya minta Lurah tidak hanya bekerja di kantor. Mereka harus hadir di lapangan, melihat langsung kondisi warga, saluran air, dan titik rawan bencana. Dengan begitu, kita bisa cepat bergerak jika ada potensi bahaya,” tegas.
Tak hanya itu, Sainul Latief juga menyiagakan rumah sakit dan puskesmas di wilayahnya untuk membantu warga yang terdampak secara langsung. Ia memastikan bahwa warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat bencana, baik banjir maupun DBD, dapat ditangani dengan cepat oleh tenaga medis.
“Kami gratiskan biaya pengobatan dan perawatan bagi warga terdampak. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Dalam kondisi bencana, tidak boleh ada warga yang terbebani biaya kesehatan,” urainya.
Layanan kesehatan gratis tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak kecamatan, dinas kesehatan, serta rumah sakit dan puskesmas setempat yang telah disiagakan menghadapi situasi darurat. Menurut Sainul Latief, kebijakan ini sangat penting agar masyarakat merasa aman, dilindungi, dan tidak ragu untuk mencari pertolongan saat dibutuhkan. (adv)


















Komentar