SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Turun Langsung Tangani Banjir dan Longsor, Camat Puuwatu: Pemerintah Harus Hadir dan Responsif

Camat
Camat Puuwatu, Sainal Latief. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Kendari selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat hingga Minggu memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah titik. Banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang dilaporkan terjadi hampir bersamaan di delapan kecamatan, termasuk Kecamatan Puuwatu yang menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah.

Merespons kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat dengan mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi, pembersihan, dan distribusi bantuan darurat ke lokasi terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan bahwa upaya penanganan dilakukan sejak malam pertama bencana terjadi. Tim reaksi cepat BPBD langsung diturunkan ke lokasi untuk mengutamakan keselamatan warga.

64ba6ce4 c16c 4a23 ba98 87f9194d0847

BPBD Kota Kendari saat meninjau lokasi tanah longsor. Foto Andri

“Begitu menerima laporan dari warga dan pihak kecamatan, tim kami langsung bergerak. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat. Kami melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, hingga distribusi logistik di beberapa titik rawan,” kata Cornelius, Senin (30/6/2025).

BPBD juga menyiagakan alat berat, kendaraan evakuasi, serta berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah lainnya dalam penanganan lanjutan.

“Posko siaga bencana tetap aktif memantau perkembangan cuaca dan laporan warga. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang bermukim di kawasan bantaran sungai dan lereng perbukitan,” tambahnya.

Di Kecamatan Puuwatu, gerak cepat penanganan bencana tak lepas dari peran Camat Sainul Latief, yang langsung turun ke lokasi banjir dan longsor bersama lurah dan tim relawan. Ia menegaskan bahwa sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kota harus hadir dan responsif di tengah masyarakat.

945cc168 c230 4184 a5aa c3b8e4810d6d 1140x856 1

Pemerintah bersama warga saat membersihkan pohon tumbang. Foto Andri

“Sebagai garda terdepan di wilayah, kami tidak boleh menunggu. Begitu hujan deras melanda, kami langsung memantau wilayah rawan dan berkoordinasi dengan BPBD. Pemerintah harus hadir memberi rasa aman dan memastikan warga tertangani dengan baik,” tegasnya, Rabu (2/7/2025).

Mantan Wartawan Kendari Pos itu juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD yang cepat tanggap dalam mengerahkan bantuan dan tim teknis ke wilayah Puuwatu, khususnya di Kelurahan Watulondo, Rahandouna, dan Puuwatu, yang terdampak cukup serius.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BPBD. Kita harus menunjukkan bahwa hadir untuk warga. Kecepatan dan koordinasi ini membuat masyarakat merasa lebih tenang dan terlindungi,” lanjutnya.

3c73fe24 2652 4184 8ac8 816b79f69670

BPDB Kota Kendari saat turun langsung meninjau lokasi longsor. Foto Andri

Sainul Latief menambahkan, keterlibatan aktif seluruh jajaran di kecamatan, termasuk lurah, kepala lingkungan, dan warga, menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dari semua unsur, termasuk kesadaran warga untuk melapor dan membantu sesama, sangat membantu mempercepat penanganan,” ujarnya.

Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama lintas sektor, Pemerintah menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya saat bencana melanda.

“Kesiapsiagaan adalah kunci. Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Dan itu hanya bisa tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement