SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemkot Kendari

Camat Mandonga Apresiasi Patroli Malam Ditlantas Polda Sultra di Eks MTQ

Mandonga 3 1
Camat Mandonga sangat mengapresiasi patroli malam hingga dini hari yang dilaksanakan Ditlantas Polda Sultra. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Upaya Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menertibkan aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong melalui patroli malam skala besar mendapat apresiasi dari Camat Mandonga, Kota Kendari, Kasman Marewa.

Langkah itu dinilainya sebagai bentuk respons nyata terhadap keresahan warga yang selama ini terganggu oleh kebisingan dan potensi bahaya dari aksi ugal-ugalan di jalan raya.

Patroli tersebut digelar di kawasan Eks MTQ Kendari, tepatnya di sepanjang Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, yang membentang dari depan Kantor Perum Bulog Sultra hingga arah Kantor DPRD Sultra. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu titik favorit bagi kelompok pemuda yang kerap menjadikan jalanan umum sebagai lintasan balap liar pada malam hari, terutama saat akhir pekan.

Polda 2 1

Ditlantas Polda Sultra saat melaksanakan razia malam di Eks MTQ Kendari. Foto Andri

“Kami sangat mengapresiasi langkah Ditlantas Polda Sultra. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata hadirnya aparat dalam merespons keluhan masyarakat,” kata Kasman Marewa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/7/2025).

Menurutnya, sejak operasi digelar, kondisi di sekitar Eks MTQ mulai menunjukkan perubahan. Tidak ada lagi deru knalpot bersuara bising yang mengganggu kenyamanan warga pada malam hari. Masyarakat, khususnya yang tinggal di Kelurahan Korumba dan sekitarnya, kini bisa beristirahat lebih tenang.

“Dengan adanya patroli malam seperti kemarin itu, warga kami, khususnya yang tinggal di sekitar jalan tersebut, bisa tidur lebih nyenyak tanpa suara knalpot brong dan aksi kebut-kebutan,” tambahnya.

Polda 1 1

Ditlantas Polda Sultra saat menindak salah satu pengguna motor yang melakukan pelanggaran. Foto Andri

Lebih jauh, Kasman Marewa berharap agar patroli semacam ini tidak hanya dilakukan sesekali, melainkan dijadikan agenda rutin kepolisian, terutama pada malam Sabtu dan Minggu, saat intensitas aksi balapan liar biasanya meningkat.

“Kami harap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi program berkelanjutan. Kalau bisa, dilakukan hingga subuh. Karena kalau tidak ada pengawasan hingga malam hari, anak-anak muda bisa kembali turun ke jalan,” ungkapnya.

Selain itu, Kasman Marewa mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga, terutama orang tua, dalam mengawasi anak-anak mereka. Ia menyebut bahwa perang melawan balapan liar bukan hanya tugas aparat atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat.

“Saya juga mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli. Jangan biarkan anak-anak kita keluar malam tanpa pengawasan. Kita harus menjaga bersama, karena kalau dibiarkan, yang rugi bukan hanya pengendara lain, tapi anak-anak kita sendiri,” tegasnya.

IMG 20250727 WA0027

Ditlantas Polda Sultra saat melakukan patroli malam hingga dini hari. Foto Andri

Aksi balap liar yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari tidak hanya membahayakan pengendara yang terlibat, tapi juga pengguna jalan lainnya. Tak sedikit pula kecelakaan fatal yang melibatkan pemuda-pemuda yang melakukan kebut-kebutan tanpa perlengkapan keselamatan.

Di sisi lain, penggunaan knalpot tidak standar (brong) juga menimbulkan polusi suara yang mengganggu ketenangan lingkungan. Suara keras dari knalpot semacam itu tak jarang menimbulkan trauma, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Untuk diketahui, patroli malam Ditlantas Polda Sultra sendiri belum lama ini berhasil mengamankan puluhan unit kendaraan roda dua, sebagian besar di antaranya menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Operasi ini juga melibatkan pemeriksaan kelengkapan kendaraan, termasuk surat-surat dan identitas pengendara. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement