SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kriminal

Tragedi Berdarah di Kamar Hotel Kendari, ASN Dinkes Muna Tewas di Tangan Rekannya

Screenshot 20250113 103409 Chrome
Pelaku pembunuhan ASN Dinkes Muna saat ditahan Polresta Kendari. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Abdul Kadir Bahar (42), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan Kabupaten Muna, ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kamar hotel di Kota Kendari pada Jumat (10/1/2025). Peristiwa ini bermula dari kecurigaan pihak hotel karena korban tak kunjung check-out hingga waktu yang ditentukan.

Seorang karyawati hotel yang bertugas pertama kali mencoba mengetuk pintu kamar korban, namun tidak mendapat respons. Upaya menghubungi korban melalui telepon juga gagal.

“Sudah diketuk pintunya berkali-kali, tapi tidak ada respons. Jadi, kami telpon nomor kontak tamu itu, tetapi juga tidak berhasil,” ujar karyawati hotel yang enggan disebutkan namanya.

Merasa curiga, pihak hotel memutuskan membuka kamar menggunakan kunci cadangan. Betapa terkejutnya petugas hotel saat menemukan tubuh korban tergeletak di atas ranjang dengan kondisi tertutup selimut.

“Tamu itu check-in sehari sebelumnya sekitar pukul 11.00 Wita. Sejak itu, ia tidak keluar kamar sama sekali,” tambahnya.

Penemuan Bukti-Bukti Mengerikan di TKP

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim identifikasi menemukan bercak darah yang berceceran di kasur hingga lantai. Korban juga ditemukan dengan luka tusuk di dagu dan tangan. Selain itu, polisi menemukan sebuah sarung senjata tajam berukuran 10 cm di dalam kamar.

“Untuk sementara, dugaan kami ini adalah kasus kekerasan. Ada banyak darah di lantai dan kasur, serta luka tusuk pada tubuh korban,” ungkap Kapolsek Poasia, AKP Jumiran.

Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui bernama Abdul Kadir Bahar, seorang ASN dari Kabupaten Muna yang sedang berada di Kendari untuk urusan pribadi.

Penangkapan Pelaku Kurang dari 24 Jam

Polisi bertindak cepat dengan membentuk tim gabungan yang melibatkan Buser77, Satintelkam, dan Jatanras Polda Sultra. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berinisial N (24) berhasil ditangkap di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

“Pelaku berhasil kami amankan di tempat persembunyiannya. Bukti-bukti yang kami temukan sangat kuat mengaitkannya dengan kasus ini,” ujar Kapolresta Kendari, Kombes Pol Eko Widiantoro, dalam konferensi pers, Senin (13/1/2025).

Motif: Pertengkaran yang Berujung Maut

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban dan pelaku memiliki hubungan pertemanan sejak lama. Pada hari kejadian, keduanya bertemu di kamar hotel. Namun, suasana berubah panas ketika terjadi pertengkaran hebat di antara mereka.

“Korban dan pelaku sudah berteman sejak lama. Namun, saat bertemu di kamar hotel, mereka terlibat cekcok. Korban diduga lebih dulu melakukan penganiayaan terhadap pelaku, yang kemudian memicu balasan hingga menyebabkan kematian korban,” jelas Kombes Pol Eko Widiantoro.

Pelaku yang emosi diduga menikam korban menggunakan senjata tajam yang sudah disiapkannya. Luka tusuk di dagu dan tangan korban mengindikasikan adanya perlawanan sebelum korban akhirnya tewas di tempat.

Peringatan dan Imbauan

Kapolresta Kendari menegaskan pentingnya menyelesaikan konflik secara bijak dan tanpa kekerasan. “Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga emosi dan menghindari kekerasan dalam menyelesaikan masalah,” ucapnya.

Untuk diketahui, pelaku telah ditahan dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement