BLORA, TERASSULTRA.COM – Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri melaksanakan gerakan tanam padi serentak di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (9/12). Acara ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Edy Murbowo, menyatakan bahwa penanaman padi dilakukan secara serentak di 26 kabupaten yang tersebar di tujuh provinsi. Gerakan ini mencakup luas total 10.000 hektare lahan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Penanaman serentak ini kami lakukan secara luring dan daring, mencakup 7.471 titik di seluruh Indonesia. Ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Irjen Edy Murbowo di sela-sela acara tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora.
Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Komjen Dedy Prasetyo, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah dalam mencapai kemandirian pangan. Menurutnya, Polri tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memiliki peran aktif dalam mendukung pembangunan nasional.
“Gerakan ini melibatkan 2.874 relawan, 710 kelompok wanita tani, dan 3.863 kelompok tani di seluruh Indonesia. Hasil panen akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan program makan gratis bergizi bagi masyarakat,” jelasnya, Selasa (10/12/2024).
Selain penanaman padi, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri juga memperluas cakupan program dengan mengembangkan sektor perikanan dan peternakan. Sebanyak 148,3 hektare lahan disiapkan untuk perikanan, sementara 59,9 hektare lainnya akan dimanfaatkan untuk peternakan. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh, tidak hanya pada tanaman pangan, tetapi juga pada sumber protein hewani.
Untuk mempercepat akselerasi ketahanan pangan, Polri juga membuka rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan latar belakang pendidikan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi, dan kesehatan. Program ini diharapkan dapat menghadirkan generasi muda yang mampu mengelola dan mengembangkan inovasi di sektor pangan.
Langkah strategis Polri ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas tani, dan masyarakat umum. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat untuk menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga tentang keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Gerakan ini adalah bukti nyata bahwa kita semua bisa berkontribusi untuk Indonesia yang lebih mandiri,” tandas Komjen Dedy Prasetyo.
Penanaman padi serentak di 26 kabupaten ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pangan di tengah tantangan global. Hasil panen tidak hanya akan didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga untuk mendukung program sosial seperti pemberian makan gratis bergizi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan program ini, Polri kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa.
Penulis: Rilis


















Komentar