SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah

Diprediksi 110 Juta Orang Bergerak Saat Nataru, Polri Siapkan Strategi

IMG 20241205 WA0009
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan saat memberikan keterangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI. Foto Andri

JAKARTA, TERASSULTRA.COM – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 diproyeksikan menjadi salah satu periode dengan pergerakan masyarakat terbesar di Indonesia. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat mencapai 110,67 juta orang, meningkat 2,8 persen dibandingkan tahun lalu yang mencatat angka 107 juta orang.

“Potensi pergerakan masyarakat selama libur Nataru meningkat signifikan. Hal ini membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan arus lalu lintas,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Rabu (4/12/2024).

Dari data survei, pergerakan masyarakat terbagi ke dalam dua kategori besar: perjalanan antarprovinsi sebesar 19,8 persen atau setara dengan 55,86 juta orang, dan perjalanan dalam provinsi sebesar 19,46 persen atau sekitar 54,81 juta orang. Jawa Timur menjadi daerah asal dan tujuan tertinggi, diikuti oleh Jawa Tengah, Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam paparan Kakorlantas Polri, moda transportasi utama masyarakat selama Nataru masih didominasi oleh mobil pribadi dengan persentase 36,7 persen, diikuti oleh sepeda motor sebesar 17,71 persen. Moda lain seperti bus (15,04 persen), kereta api antar kota (12,85 persen), dan pesawat (8,85 persen) turut menjadi pilihan masyarakat.

“Mobil pribadi masih menjadi sarana utama masyarakat untuk bepergian. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan lalu lintas, terutama di jalur-jalur utama yang berpotensi padat,” tambah Irjen Pol. Aan Suhanan.

Polri akan mengerahkan strategi pengamanan terintegrasi untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat. Rekayasa lalu lintas, penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan, serta koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama.

“Kami akan fokus pada daerah yang menjadi jalur utama, seperti tol Trans-Jawa, jalur Pantura, hingga titik-titik wisata yang diprediksi padat. Tujuannya adalah memastikan kelancaran arus kendaraan dan keamanan masyarakat selama perjalanan,” jelasnya.

Selain itu, Polri juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, dan memilih waktu perjalanan yang tidak bersamaan dengan puncak arus.

Dengan proyeksi pergerakan yang mencapai lebih dari 110 juta orang, kolaborasi antara instansi pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat menjadi kunci utama kelancaran dan keselamatan selama libur Nataru.

“Persiapan ini tidak hanya soal lalu lintas, tapi juga memastikan seluruh masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” tandas Irjen Pol. Aan Suhanan.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement