KENDARI, TERASSULTRA.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar acara pisah sambut rektor di Auditorium Mokodompit UHO, Sabtu (31/10/2026). Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., sebelumnya menjabat Plt. Rektor menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Prof. Dr. Takdir Saili, sebagai Rektor UHO periode 2026-2030.
Kesempatan itu, Prof. Dr. Takdir Saili, mengapresiasi Prof. Khairul Munadi karena pengabdian serta berbagai kontribusi selama menjalankan tugas sebagai Plt. Rektor.
Menurutnya, berbagai kebijakan dan langkah yang dilakukan selama masa kepemimpinan Prof. Khairul menjadi pelajaran berharga bagi seluruh keluarga besar UHO.
Prof. Takdir menyatakan, salah satu kontribusi yang dirasakan UHO adalah dukungan terhadap pengembangan akademik, termasuk penambahan program studi S3 Ilmu Kependidikan.
Hal tersebut penting karena dilakukan di tengah kebijakan kementerian yang semakin merasionalisasi pembentukan program studi baru. Selain itu, dukungan juga diberikan terhadap rencana pengembangan fakultas baru yang berkaitan dengan potensi sumber daya alam Sultra, khususnya sektor mineral dan pertambangan.
“UHO dengan 14 fakultas yang ada saat ini belum memiliki fakultas yang secara khusus memberikan ciri khas Sultra. Daerah kita kaya akan potensi mineral dan pertambangan, sehingga pengembangan fakultas yang berkaitan langsung dengan potensi sumber daya alam tersebut menjadi salah satu kebutuhan,” ungkapnya.
Ia berharap hubungan baik antara UHO dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dapat terus terjaga.
“Saya meminta dukungan dan bimbingan dari Prof. Khairul Munadi yang kini mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, terutama dalam mendorong pengembangan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan di UHO,” katanya.
Sementara itu, Prof. Khairul Munadi menyampaikan selama beberapa bulan menjalankan amanah sebagai Plt Rektor tersebut, dirinya memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran berharga, terutama mengenai kebersamaan, kepedulian, serta besarnya harapan keluarga besar UHO terhadap kemajuan kampus.
Prof. Khairul menjelaskan, terdapat tiga amanah utama yang harus dijalankan selama menjabat, yakni menjaga kondusivitas kampus, memastikan keberlangsungan Tridarma Perguruan Tinggi, serta mengantarkan pelaksanaan pemilihan rektor.
Untuk menjalankan amanah tersebut, ia berupaya membangun komunikasi dan bekerja bersama seluruh unsur universitas, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan hingga jajaran pimpinan.
“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari kesinambungan institusi,” ucapnya.
Ia menerangkan, kepentingan universitas harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan. Karena itu, berbagai program baik yang telah dibangun perlu dilanjutkan, sembari membuka ruang bagi gagasan dan langkah baru untuk membawa UHO semakin berkembang.
“Setiap pemimpin tentu memiliki masa pengabdian. Namun, universitas memiliki tanggung jawab yang melampaui masa jabatan siapa pun. Karena itu, kepentingan institusilah yang harus kita kedepankan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi yang kuat sangat penting bagi pengembangan wilayah dan kemajuan masyarakat, khususnya di Sultra.
“UHO memikul harapan besar masyarakat Sultra untuk membuka kesempatan bagi generasi muda dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan wilayah, sekaligus menghadirkan kemajuan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Meski masa tugasnya sebagai Plt. Rektor berakhir 20 Oktober 2026, Khairul menegaskan silaturahmi dan perhatiannya terhadap UHO akan tetap terjaga.
Penulis: Arsya

















































Komentar