WAKATOBI, TERASSULTRA.COM – Enam Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi mengikuti Seminar Rancangan Aktualisasi sebagai bagian dari tahapan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu, 4 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh Mislu Zaini, La Ode Candra, Nur Afina, Azidny, Hasrati Mayangsari, dan RM. Alfian Apriansya Diponegoro.
Dalam forum tersebut, para peserta mempresentasikan rancangan aktualisasi yang berisi gagasan inovatif untuk diterapkan di unit kerja masing-masing, sekaligus menginternalisasikan nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni BerAKHLAK.
Sekretaris KPU Kabupaten Wakatobi, Samsu Agusdar Safiuddin, yang bertindak sebagai mentor utama, menegaskan bahwa seminar ini merupakan tahap krusial dalam menguji kesiapan CPNS sebagai aparatur negara yang profesional dan berintegritas.
“Seminar rancangan aktualisasi ini menjadi momentum penting bagi CPNS untuk menunjukkan sejauh mana mereka mampu menerjemahkan nilai-nilai dasar ASN ke dalam program kerja yang konkret dan berdampak,” ungkapnya.
Ia menekankan, kualitas gagasan yang dipaparkan harus diikuti dengan kemampuan implementasi yang nyata di lapangan. Menurutnya, keberhasilan CPNS tidak berhenti pada penyusunan konsep, tetapi pada konsistensi pelaksanaan.
“Yang kita harapkan bukan hanya ide yang baik di atas kertas, tetapi implementasi yang konsisten dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi, khususnya dalam mendukung kualitas penyelenggaraan pemilu di Wakatobi,” jelasnya.
Selain itu, Agusdar menyentil pentingnya proses pendampingan yang dilakukan oleh para mentor dalam memastikan setiap rancangan aktualisasi memiliki arah yang jelas dan relevan.
“Kami mendampingi agar setiap rancangan ini benar-benar aplikatif. CPNS harus mampu membaca kebutuhan organisasi dan menjawabnya melalui inovasi yang sederhana namun berdampak,” urainya.
Melalui kegiatan ini tambahnya, ia berharap para CPNS mampu mengimplementasikan rancangan yang telah dipresentasikan secara optimal, serta tumbuh menjadi aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Sementara itu, Kepala Subbagian SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Wakatobi, Taufan Azhady Iskandar, menilai bahwa aspek keberlanjutan menjadi poin penting dalam setiap rancangan aktualisasi yang disusun peserta.
“Aktualisasi ini bukan kegiatan sesaat. Harapannya, inovasi yang dihasilkan bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan KPU Wakatobi,” paparnya.
Ia juga mendorong CPNS untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan adaptif dalam menghadapi dinamika birokrasi.
“Kami mendorong CPNS untuk berani berinovasi, tetapi tetap berbasis pada kebutuhan riil organisasi dan masyarakat,” tandasnya.
Untuk diketahui, seminar rancangan aktualisasi merupakan salah satu tahapan penting dalam Latsar CPNS sekaligus menjadi prasyarat dalam proses pengangkatan status dari CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Penulis: Arsya


















Komentar