SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekobis

58 Tahun Bank Sultra: Aset Rp14,7 Triliun, Laba Melonjak 121 Persen

Bank Sultra 14
Gubernur Andi Sumangerukka dan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menghadiri HUT Bank Sultra. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Di pelataran Gedung Tower Bank Sultra, perayaan ulang tahun ke-58 PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung khidmat, Senin malam.

Tema yang diusung, “Sinergi Berkelanjutan”, bukan sekadar slogan seremonial. Manajemen bank milik daerah itu memaknai momentum ini sebagai fase konsolidasi sekaligus loncatan transformasi.

Hadir dalam puncak perayaan, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka didampingi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran. Kehadiran keduanya menandai eratnya relasi antara pemerintah daerah dan Bank Sultra sebagai bank pembangunan daerah.

Sebagai wujud rasa syukur, gubernur menyerahkan santunan kepada 100 penerima manfaat yang terdiri atas penyandang disabilitas dan para penghafal Al-Qur’an dari Pondok Pesantren Ulumul Qurro. Aksi sosial itu, menurut manajemen, menjadi simbol bahwa pertumbuhan bisnis harus sejalan dengan tanggung jawab sosial.

“Selamat ulang tahun ke-58 Bank Sultra. Dengan tema Sinergi Berkelanjutan, artinya sinergi antarbank, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus dijaga. Apa yang sudah baik harus ditindaklanjuti dan diperkuat,” ungkap Gubernur Andi Sumangerukka.

Di hadapan gubernur selaku pemegang saham pengendali, Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar memaparkan kinerja keuangan terbaru. Per Desember 2025, aset Bank Sultra tercatat mencapai Rp14,783 triliun. Laba bersih bahkan tumbuh signifikan hingga 121 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Usia 58 tahun ini adalah momentum loncatan besar. Ketangguhan institusi tercermin dari pertumbuhan aset dan laba yang solid. Namun yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu memberi manfaat bagi daerah,” kata Andri.

Ia menjelaskan, manajemen tengah mengakselerasi tiga strategi utama Transformation of Governance, Deepening Local Government Ecosystem, dan Strengthening Sense of Business in Our Territory. Fokus 2026, kata dia, adalah digitalisasi layanan dan penguatan sistem keamanan siber.

“Kami ingin memastikan setiap langkah strategis selaras dengan kepentingan pemegang saham dan masyarakat. Tahun 2026 akan menjadi fase akselerasi digital dan penguatan keamanan siber demi mendukung ekonomi Bumi Anoa,” bebernya.

Tak hanya itu, ia mengatakan memasuki usia hampir enam dekade ambisinya untuk melampaui peran sebagai lembaga intermediasi keuangan semata. Bank daerah itu ingin menempatkan diri sebagai mitra strategis pembangunan mengawal tata kelola bersih, memperluas inklusi keuangan, dan menghadirkan layanan digital yang kompetitif.

“Sinergi Berkelanjutan bukan hanya tema perayaan. Ini komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama masyarakat Sultra,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement