KENDARI, TERASSULTRA.COM – Keluhan warga soal jalan rusak dan sulitnya akses air bersih kembali mencuat dalam agenda reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Jumran, di Kelurahan Abeli dan Kelurahan Benuanirae.
Di bawah langit sore yang teduh, warga duduk berjejer di balai pertemuan sederhana. Satu per satu mereka berbicara, menyampaikan kebutuhan dasar yang hingga kini belum juga terpenuhi, mulai dari perbaikan jalan dengan paving blok, pembuatan sumur bor, drainase, hingga lampu penerangan jalan.
“Kalau hujan, jalanan kami berubah jadi kubangan. Anak-anak susah lewat ke sekolah. Kami berharap paving blok bisa jadi solusi,” ungkap Nurhayati, warga Kelurahan Abeli, Kamis (30/10/2025).
Di sisi lain, warga Benuanirae menyampaikan krisis air bersih yang kian terasa. Di beberapa titik, mereka harus berjalan cukup jauh hanya untuk mendapatkan air layak pakai.
“Sudah lama kami berharap ada sumur bor. Air bersih itu kebutuhan dasar, bukan kemewahan,” tutur La Ode Rahman, tokoh masyarakat setempat.
Menanggapi aspirasi itu, Jumran berjanji akan mengawal setiap usulan agar masuk dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah tahun mendatang. Ia menegaskan, reses merupakan jembatan antara suara rakyat dan kebijakan pemerintah.
“Reses ini bukan formalitas. Apa yang disampaikan warga hari ini akan kami perjuangkan di DPRD. Karena suara rakyat adalah dasar dari perjuangan kami,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan di Kendari akan berjalan lebih efektif jika didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan, bukan sekadar rencana di atas kertas.
“Melalui dialog seperti ini, kami ingin memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada warga. Komunikasi antara masyarakat dan wakilnya harus terus terbuka,” tandasnya.
Untuk diketahui, reses yang diselenggaran politikus Golkar itu dihadiri Kepala Kelurahan Tobimeita, Kepala Kelurahan Benuanirae, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Penulis: Andri


















Komentar