SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum

Warga Kabaena Barat Tuntut PT Timah atas Banjir yang Merendam Puluhan Rumah

IMG 20250130 WA0032
Foto ist

BOMBANA, TERASSULTRA.COM – Ratusan warga Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, menggelar aksi protes di kantor PT. Timah Investasi Mineral (PT. TIM) pada Kamis (30/1/2025), setelah banjir besar merendam puluhan rumah serta fasilitas umum.

Warga menuding aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan tersebut memperparah bencana yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Rabu malam.

Banjir yang merendam Desa Baliara dan sekitarnya ini terjadi akibat luapan air dari kawasan pertambangan yang disebut-sebut tidak memiliki sistem pengendalian limbah dan sedimentasi yang memadai. Menurut warga, curah hujan yang tinggi seharusnya bisa diantisipasi jika PT. TIM menjalankan kewajibannya dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Kasi Humas Polres Bombana, Abdul Hakim, membenarkan bahwa banjir merendam pemukiman warga, sekolah, dan kantor desa. Ia juga mengakui ada dugaan bahwa air yang meluap dari area tambang turut memperparah situasi.

“Air yang meluap dari lokasi pertambangan diduga memperparah genangan di pemukiman warga, mengingat Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. TIM berdekatan dengan desa,” kata Abdul Hakim melalui pesan WhatsApp.

Banjir yang terjadi bukanlah kejadian pertama. Warga mengaku setiap musim hujan, genangan air semakin parah akibat sedimentasi yang terbawa dari area tambang. Mereka pun menuntut perusahaan segera bertanggung jawab.

Sekitar pukul 07.30 Wita, ratusan warga yang geram mendatangi kantor PT. TIM untuk meminta penjelasan dan menagih janji yang pernah dibuat perusahaan dalam pertemuan sebelumnya. Mereka menuntut solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Dulu mereka janji akan memperhatikan dampak lingkungan, tapi kenyataannya sekarang rumah kami terendam. Ini bukan hujan pertama, tapi setiap tahun selalu begini. Sampai kapan kami harus jadi korban,” teriak seorang warga dalam aksi tersebut.

Dalam aksi tersebut, warga mendesak PT. TIM segera membangun sediment pond baru untuk mengalirkan air hujan agar tidak lagi meluap ke pemukiman. Mereka juga menuntut agar perusahaan membebaskan lahan untuk jalur pembuangan air langsung ke laut guna mencegah banjir kembali terjadi.

“Kami tidak mau hanya dijanjikan, kami mau tindakan! Kalau mereka serius, harus segera buat saluran air dan bebaskan lahan untuk jalur pembuangan. Jangan sampai warga terus yang jadi korban,” tegas salah satu warga yang ikut dalam aksi.

Selain itu, warga meminta ganti rugi atas kerusakan rumah dan fasilitas umum yang terdampak. Mereka menegaskan, jika PT. TIM tidak segera bertindak, aksi protes akan berlanjut dan bisa saja eskalasi semakin besar.

Dalam pertemuan dengan warga, perwakilan PT. TIM, Dani Septian berusaha meredam kemarahan massa dengan menjanjikan akan menyampaikan keluhan ini ke manajemen pusat. Namun, jawaban itu dianggap tidak memuaskan oleh warga yang ingin solusi segera.

“Keluhan masyarakat akan segera diteruskan ke manajemen pusat untuk ditindaklanjuti. Setelah kondisi cuaca membaik, PT. TIM akan melakukan perbaikan terhadap fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak. Namun, saat ini alat berat kami tidak bisa keluar karena hujan masih turun,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement