SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Wali Kota Kendari Wanti-Wanti Distributor Pangan

Siska 6
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat wanti wanti distributor pangan untuk menjaga harga dan stok jelang idul adha, Minggu (24/5/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai memperketat pengawasan terhadap peredaran dan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun pusat distribusi.

Hal itu disampaikan langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, usai melakukan koordinasi bersama aparat penegak hukum yang tergabung dalam Satgas Pangan Kota Kendari.

Pemkot tidak ingin momentum keagamaan yang identik dengan semangat berbagi justru berubah menjadi ruang spekulasi ekonomi oleh oknum tertentu. Karena itu, praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), permainan distribusi, hingga penimbunan barang disebut akan menjadi fokus pengawasan dalam beberapa pekan ke depan.

“Momentum Idul Adha seharusnya menjadi ajang berbagi dan memperkuat solidaritas sosial, bukan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan berlebihan dengan cara yang tidak wajar,” jelas Siska dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

IMG 20260524 WA0012

Satgas Pangan bersama Pemkot Kendari saat melaksanakan pemantauan harga pangan jelang idul adha, Minggu (24/5/2026). Foto Andri

Di sejumlah pasar tradisional di Kendari, geliat transaksi mulai meningkat seiring mendekatnya Idul Adha. Permintaan terhadap beras, minyak goreng, gula, cabai, telur, hingga daging diperkirakan akan terus naik dalam beberapa hari ke depan. Kondisi itu dinilai rawan dimanfaatkan pihak tertentu untuk memainkan harga.

Karena itu, Satgas Pangan bersama pemerintah daerah akan meningkatkan pemantauan lapangan, termasuk memeriksa rantai distribusi bahan pokok dari distributor hingga pedagang eceran. Pemerintah ingin memastikan stok tetap tersedia dan harga tidak melonjak di luar batas kewajaran.

Siska mengatakan stabilitas harga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran para pelaku usaha. Menjaga pasokan dan harga tetap terkendali merupakan bagian dari tanggung jawab sosial di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Kami mengajak seluruh distributor, pedagang, dan pelaku usaha untuk menjaga iklim perdagangan yang sehat. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban karena ulah segelintir pihak yang mencari keuntungan sesaat,” bebernya.

IMG 20260524 WA0014

Satgas Pangan bersama Pemkot Kendari saat memantau harga beras di retail, Minggu (24/5/2026). Foto Andri

Dari sisi penegakan hukum, aparat yang tergabung dalam Satgas Pangan mengingatkan bahwa tindakan penimbunan dan permainan harga dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui patroli dan inspeksi mendadak di titik-titik distribusi.

Tak hanya itu, Satgas membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi pelanggaran di lapangan. Warga diminta aktif melaporkan jika mendapati lonjakan harga tidak wajar, kelangkaan barang tertentu, ataupun praktik distribusi yang mencurigakan.

Di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, Pemkot Kendari mengimbau warga agar tetap bijak berbelanja. Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan karena justru dapat memicu gangguan pasokan di pasar.

“Belanjalah sesuai kebutuhan. Kalau masyarakat tetap tenang dan tidak membeli secara berlebihan, maka distribusi akan berjalan normal dan harga bisa lebih stabil,” kata Siska.

IMG 20260524 WA0013

Satgas Pangan bersama Pemkot Kendari saat memantau harga pangan di pasar tradisional jelang idul adha, Minggu (24/5/2026). Foto Andri

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa Idul Adha merupakan perayaan kurban memiliki pesan moral tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial yang seharusnya menjadi pijakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Idul Adha mengajarkan kita untuk berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Semangat itu harus hadir juga dalam aktivitas ekonomi kita. Jangan mengambil keuntungan dengan cara yang menyulitkan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjaga situasi tetap kondusif menjelang Idul Adha.

“Dengan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok yang terjaga, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan dengan lebih tenang,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement