SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Wali Kota Kendari Luncurkan Program KEJAR, Target Seluruh Pelajar Miliki Rekening Tabungan

Ski 2026 07 22T165234.603
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memberikan sambutan usai meluncurkan Program Simpanan Pelajar (Simple) melalui Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Lapangan Parkir Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi meluncurkan Program Simpanan Pelajar (SimPel) melalui Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Lapangan Parkir Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Program nasional yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus menanamkan budaya menabung sejak usia dini kepada para pelajar.

Peluncuran program dihadiri Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sultra Bismi Maulana Nugraha, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Edwin Permadi, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah Sulawesi Maluku Papua Fuad Zain, perwakilan Bank Sultra, BPR Bahteramas, jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, serta ribuan siswa SD dan SMP.

Siska Karina Imran mengatakan Program KEJAR bukan sekadar membuka rekening bagi pelajar, melainkan membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Pendidikan finansial harus dimulai sejak anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang.

“Memiliki rekening tabungan bukan hanya soal menyimpan uang. Yang ingin kita bangun adalah karakter anak-anak agar terbiasa hidup hemat, disiplin, dan mampu mengelola keuangan dengan baik sejak usia dini,” ungkapnya.

IMG 20260722 WA0218 1140x760 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menyerahkan SimPel melalui KEJAR, Rabu (22/7/2026). Foto Andri

Ia mengungkapkan, jumlah pelajar SD dan SMP di bawah kewenangan Pemerintah Kota Kendari saat ini mencapai 55.763 orang. Rinciannya terdiri atas 40.466 siswa sekolah dasar dan 15.297 siswa sekolah menengah pertama.

Sebelum program ini diluncurkan, sebanyak 50.537 pelajar atau sekitar 96 persen dari total siswa telah memiliki rekening tabungan. Pemerintah Kota Kendari kini menargetkan seluruh pelajar memiliki rekening Simpanan Pelajar.

“Target kami bukan hanya memenuhi capaian nasional, tetapi memastikan seluruh pelajar di Kota Kendari memiliki rekening tabungan. Menabung sejak dini harus menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Siska menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan saldo awal pembukaan rekening bagi para pelajar. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan literasi keuangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, regulator, dan dunia pendidikan.

Ia berharap budaya menabung tidak berhenti di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga.

“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak harus dibiasakan menabung secara rutin agar mereka belajar membedakan kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu, mereka tidak mudah terjebak pada perilaku konsumtif,” katanya.

791f6181 6da5 4c2e b403 62003c31598f 1140x760 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menyerahkan SimPel melalui KEJAR kepada pelajar, Rabu (22/7/2026). Foto Andri

Sementara itu, Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha menilai capaian Kota Kendari layak diapresiasi. Hingga peluncuran Program KEJAR, jumlah rekening Simpanan Pelajar yang telah dibuka bahkan mencapai 60.819 rekening atau melampaui jumlah peserta didik yang tercatat.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan semangat menabung yang mulai tumbuh di kalangan pelajar. Yang lebih penting adalah rekening tersebut tetap aktif dan anak-anak memiliki kebiasaan menabung secara rutin,” paparnya.

Menurut dia, pendidikan keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Anak-anak perlu memahami cara mengelola uang dengan benar sekaligus mengenali berbagai risiko keuangan yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kita ingin anak-anak memahami pentingnya mengelola keuangan sejak dini agar mereka tidak mudah terjebak investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun praktik judi online yang semakin marak,” katanya.

Dengan demikian, Bismi mengajak seluruh sekolah dan orang tua menjadikan kebiasaan menabung sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Investasi terbaik bagi anak bukan hanya berupa materi, tetapi juga pengetahuan, karakter, dan kebiasaan baik yang akan menjadi bekal mereka menghadapi masa depan,” ucapnya.

IMG 20260722 WA0223 1140x820 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat pose bersama usai meluncurkan program KEJAR, Rabu (22/7/2026). Foto Andri

Selanjutnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi menegaskan komitmen Bank Indonesia mendukung penuh Program KEJAR melalui penguatan literasi keuangan serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Selain menjaga sistem pembayaran yang aman, cepat, dan efisien, Bank Indonesia bersama OJK akan terus memberikan edukasi mengenai perlindungan konsumen serta keamanan dalam bertransaksi secara digital.

“Literasi keuangan menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan aman di era digital,” bebernya.

Tak hanya itu, Edwin mengungkapkan bahwa Bank Indonesia akan kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari dalam penyelenggaraan Maimo Festival pada awal Agustus 2026.

Festival tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari edukasi literasi keuangan, festival UMKM, beragam perlombaan, hingga pengumuman pemenang Sekolah Hebat Menanam Cabai sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan Wilayah Sulawesi Maluku Papua Fuad Zain memastikan masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan dana di bank karena sebagian besar simpanan telah dijamin oleh LPS. Ia menyebut cakupan penjaminan simpanan di Sultra telah mencapai 99,98 persen.

“Dengan adanya penjaminan simpanan dari LPS, kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau tindakan yang justru dapat merugikan diri sendiri,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement