SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Wali Kota Kendari Gerak Cepat Stabilkan Harga Pangan, Ribuan Warga Serbu Pasar Murah

Ski 78
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat membagikan voucher belanja kepada warga di lokasi pelaksanaan GPM, Jumat (29/5/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pelataran Balai Kota Kendari berubah menjadi lautan manusia pada Jumat pagi, 29 Mei 2026. Sejak matahari belum terlalu tinggi, ribuan warga sudah memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Kendari bersama Bulog dan sejumlah distributor pangan.

Antrean panjang mengular di hampir seluruh stan penjualan kebutuhan pokok. Namun, kerumunan paling padat terlihat di lapak minyak goreng dan beras. Warga berdesakan sambil membawa kantong belanja dan nomor antrean demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Sebagian warga bahkan rela berdiri di bawah terik matahari selama berjam-jam. Mereka khawatir kehabisan stok minyak goreng yang dalam beberapa hari terakhir sempat langka di sejumlah pasar dan toko ritel di Kota Kendari.

“Kalau tidak datang pagi, pasti sudah habis. Kemarin saya cari minyak di beberapa tempat susah dapatnya,” ungkap Nurhayati, salah seorang warga Kecamatan Kadia yang ikut mengantre sejak pukul 07.00 Wita.

IMG 20260529 WA0262 1140x1425 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat membagikan voucher belanja kepada warga, Jumat (29/5/2026). Foto Andri

Gerakan Pangan Murah kali ini menjadi salah satu operasi pasar terbesar yang digelar Pemerintah Kota Kendari dalam beberapa bulan terakhir. Selain minyak goreng, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok lain seperti beras, telur, gula pasir, tepung, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga subsidi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Bulog Marga Taufiq dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran. Di tengah padatnya antrean warga, Bulog memastikan stok pangan yang disiapkan tetap aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Gula 100 kilo, beras dua setengah ton, kemudian minyak tadi 4.800 liter. GPM di mana pun pokoknya kita siap. Mudah-mudahan semua lancar dan kami Bulog siap melayani masyarakat,” kata Marga Taufiq saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurut dia, Bulog telah menyiapkan skema distribusi tambahan apabila permintaan masyarakat terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Tingginya antusiasme warga dinilai menjadi gambaran bahwa operasi pasar murah masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan yang terjadi belakangan ini.

IMG 20260529 WA01381 1140x759 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat membagikan voucher belanja kepada warga, Jumat (29/5/2026). Foto Andri

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi yang terus dilakukan pemerintah kota. Ia menyebut, sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Pemkot Kendari telah melaksanakan hampir 190 kali pasar murah dan gerakan pangan murah di berbagai kecamatan.

“Hari ini masyarakat sangat antusias. Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi. Beberapa hari terakhir memang sempat terjadi kelangkaan minyak goreng, tetapi alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan Bulog dan stok sudah tersedia,” ungkapnya.

Ia mengakui, keterlambatan distribusi menjadi salah satu penyebab sempat kosongnya pasokan minyak goreng di sejumlah titik penjualan di Kota Kendari. Namun pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah percepatan distribusi agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.

“Kendala distribusi memang sempat terjadi, tapi sekarang kami pastikan stok aman. Pemerintah kota juga akan membantu mobilisasi distribusi supaya masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” katanya.

Di hadapan warga dan distributor pangan, Siska juga melontarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan harga atau melakukan penimbunan bahan pokok, termasuk LPG bersubsidi.

IMG 20260529 WA02601 1140x871 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat berpose dengan warga di lokasi pelaksanaan GPM, Jumat (29/5/2026). Foto Andri

Pemkot tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila menemukan praktik yang merugikan masyarakat.

“Kalau ada yang bermain harga atau melakukan penimbunan, termasuk LPG, pemerintah kota tidak segan mencabut izin usaha mereka,” tegasnya.

Meski sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir, Pemkot Kendari memastikan kondisi inflasi daerah masih dalam kategori terkendali. Berdasarkan data terbaru, angka inflasi Kota Kendari berada di kisaran 2,83 persen.

Siska mengatakan, stabilitas inflasi harus dijaga secara seimbang. Pemerintah ingin masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, namun di sisi lain para produsen dan pelaku usaha lokal juga tetap memperoleh keuntungan yang wajar.

“Kami ingin harga tetap terjangkau untuk masyarakat, tapi di sisi lain produsen dan UMKM juga tetap tumbuh. Karena itu pemerintah terus melakukan pemantauan harga di pasar,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement