SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Ubah Pola Kerja ASN, Pemprov Sultra Gelar Rakor Berbasis Retreat

Hugua 5
Wakil Gubernur Sultra, Hugua saat memberikan sambutan dalam retreat yang digelar Pemprov Sultra. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah Tahun 2025, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan itu digelar di Aula Asrama C BPSDM Sultra ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sultra Hugua mewakili Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Rakor yang berlangsung selama empat hari, 10 – 13 Desember 2025, dirancang berbeda dari rakor biasa. Untuk pertama kalinya, Pemprov Sultra menerapkan model Retreat. Suatu pendekatan pendalaman kapasitas ASN yang sebelumnya digunakan pada tingkat nasional dan dinilai berhasil menciptakan proses belajar yang lebih reflektif dan partisipatif.

Sekda Sultra selaku ketua panitia, Asrun Lio menjelaskan bahwa Rakor ini merupakan kelanjutan dari tiga pelaksanaan Retreat sebelumnya.

“Retret pertama di Magelang, kedua di Jatinangor, lalu retret ketiga kita evaluasi untuk dimodifikasi,” jelasnya.

“Pemprov Sultra mengambil praktik baik itu, lalu menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Langkah ini untuk memastikan program pusat, provinsi, dan kabupaten kota dapat sinkron,” sambungnya.

Model Retreat tahun ini dikemas dalam format diskusi meja besar, diskusi kelompok kecil, hingga aktivitas lapangan, guna memastikan suasana pelatihan lebih interaktif dan jauh dari kesan membosankan.

Membacakan sambutan Gubernur, Wakil Gubernur Hugua menegaskan bahwa era disrupsi menuntut pemerintahan yang tangkas, inovatif, dan kolaboratif.

“Tantangan hari ini bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dijadikan energi perubahan,” urainya.

“Integritas, kolaborasi, dan komitmen menjadi kunci kualitas pelayanan publik kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Hugua menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional.

“Program daerah harus selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia berharap melalui Rakor berbasis Retreat ini, Pemprov Sultra berharap tercipta ruang baru untuk memperkuat sinergi lintas perangkat daerah, memperbaiki kualitas layanan publik, dan mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah.

“Kita ingin birokrasi yang lincah, bersih, dan berorientasi hasil. Inilah momentum memperkuat fondasi menuju Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement