KENDARI, TERASSULTRA.COM – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, mengapresiasi kesuksesan pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Pelajar se-Kota Kendari yang resmi berakhir pada Jumat (20/6/2025).
Rajab menilai, turnamen ini bukan hanya soal siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga soal pembinaan nilai-nilai kerja keras, disiplin, kerja sama, dan sportivitas bagi para pelajar.
Saat menghadiri acara penutupan yang berlangsung di lapangan mini soccer Anduonuhu, Rajab Jinik mengatakan bahwa turnamen semacam ini memiliki peran vital dalam pembinaan usia dini dan dapat dijadikan landasan bagi perkembangan prestasi olahraga daerah.
“Ini momentum yang sangat positif bagi pelajar-pelajar kita. Mereka tidak hanya belajar soal kerja sama tim dan kerja keras, tetapi juga soal disiplin dan sportivitas, nilai-nilai yang sangat diperlukan bukan hanya dalam olahraga tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rajab Jinik.
Turnamen Sepak Bola Pelajar se-Kota Kendari tahun ini diikuti puluhan tim dari berbagai sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selama sepekan penuh, para pemain dari berbagai sekolah beradu kemampuan dan semangat di lapangan Stadion Lakidende, disaksikan oleh pelatih, guru, dan para pendukung yang memadati area stadion.

Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik saat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan turnamen sepak bola pelajar se-Kota Kendari. Foto Andri
Rajab juga menekankan bahwa pembinaan pemain usia dini membutuhkan kerja sama yang solid dari berbagai pihak, mulai dari tenaga pelatih, sekolah, hingga dukungan dari KONI dan pemerintah daerah.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat pemain di lapangan, tetapi juga kerja bersama dari berbagai pihak agar pembinaan ini dapat berlangsung dengan maksimal. KONI dan DPRD siap memberi dukungan penuh agar turnamen semacam ini dapat terus terlaksana dan tumbuh dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Menurut Rajab, turnamen ini juga membawa pesan bahwa olahraga bukan semata soal siapa yang membawa pulang piala, tetapi soal siapa yang tumbuh dan terbentuk dari pengalaman panjang yang dilalui.
“Turnamen semacam ini harus kita jaga dan dorong bersama. Ini bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi soal bagaimana kita dapat mencetak generasi pesepak bola yang tidak hanya andal di lapangan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas dan membawa nama baik daerah, bahkan negara,” paparnya.
Ia juga memberi apresiasi khusus bagi tenaga pelatih dan guru yang telah bekerja keras mendampingi para pemain pelajar hingga bisa tampil maksimal. Rajab menekankan bahwa pelatih dan tenaga pendamping memegang peran vital dalam mengasah bukan hanya kemampuan teknis pemain, tetapi juga karakter dan mental juara.
“Yang paling utama dari semua ini adalah membentuk karakter dan mental juara bagi para pemain pelajar. Jika itu terwujud, maka dari turnamen ini kelak dapat lahir pemain-pemain yang siap mengharumkan nama Kendari, bahkan Sulawesi Tenggara (Sultra), di tingkat nasional maupun internasional,” bebernya.
Turnamen Sepak Bola Pelajar se-Kota Kendari sendiri diikuti oleh puluhan tim dari berbagai sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kota Kendari. Selama sepekan penuh, para pemain pelajar tidak hanya berusaha memperebutkan trofi juara, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kemampuan teknis dan memperluas pengalaman bertanding.

Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik saat mengapresiasi pelaksanaan sepak bola pelajar se-Kota Kendari. Foto Andri
Selain itu, Rajab juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pelatih yang dengan penuh dedikasi telah mempersiapkan para pemain dari sekolah masing-masing. Menurutnya, kerja keras para pelatih dan tenaga pendamping ini menjadi kunci bagi perkembangan pemain pelajar di daerah.
“Turnamen ini juga memberi kesempatan bagi pelatih dan tenaga pendamping untuk berkontribusi lebih jauh dalam memajukan olahraga daerah. Mereka bukan hanya pelatih taktik atau teknik, tetapi juga pendidik yang membentuk mental dan karakter pemain. Itu yang membuat pembinaan ini sangat bermakna,” ungkapnya.
Saat ditanya soal masa depan turnamen ini, Rajab memastikan bahwa pihaknya bersama KONI dan DPRD siap menjadikan agenda ini sebagai agenda tetap yang diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, dengan pola pembinaan yang berkesinambungan, daerah dapat menjaring pemain-pemain pelajar dengan bakat dan karakter yang kuat untuk dapat membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
“Ajang ini tidak hanya soal siapa yang menang, tetapi juga soal siapa yang tumbuh dan belajar dari lapangan ini. KONI dan DPRD siap memberi dukungan penuh agar turnamen ini dapat terlaksana secara berkesinambungan dan dapat dijadikan tolok ukur bagi perkembangan olahraga pelajar di daerah,” urainya.
“Dengan pola pembinaan yang jelas dan kerja sama dari berbagai pihak, bukan tidak mungkin dari lapangan ini lahir pemain-pemain masa depan yang dapat mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional dan internasional,” tandasnya. (adv)


















Komentar