KOLAKA UTARA, TERASSULTRA.COM – Pengelolaan sejumlah program di Desa Latali, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara, disorot warga. Minimnya keterbukaan informasi dinilai memicu tanda tanya besar terhadap penggunaan anggaran tahun 2025.
Dira, aktivis sekaligus warga setempat, menyebut pemerintah desa belum secara terbuka memaparkan rincian sejumlah program yang dibiayai dana desa, khususnya program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur.
“Publik berhak tahu. Ini uang negara yang dikelola di tingkat desa. Kalau tidak dibuka secara terang, wajar muncul kecurigaan,” ungkapnya, Jumat, (20/2/2026).
Sorotan utama mengarah pada penyewaan tambak oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk program ketahanan pangan 2025. Program itu disebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp170 juta. Namun hingga kini, menurut Dira, belum ada pemaparan rinci mengenai perencanaan, skema kerja sama, maupun laporan penggunaan dana.
Tak hanya itu, penyewaan kandang ayam yang juga dikelola melalui BUMDes ikut dipertanyakan. Warga menilai informasi terkait mekanisme pengelolaan dan hasil usaha tidak pernah dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat desa.
Selanjutnya, pembangunan balai desa yang menelan anggaran ratusan juta rupiah turut menjadi perhatian. Proyek tersebut disebut belum rampung sepenuhnya, meski anggaran telah direalisasikan.
“Kalau anggarannya ratusan juta, mestinya progres fisik dan pertanggungjawabannya jelas. Jangan sampai ada kesan pekerjaan berjalan tanpa kontrol publik,” jelasnya.
Untuk itu, warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan penelusuran terhadap program-program desa tahun anggaran 2025. Pihaknya meminta pemeriksaan dilakukan secara objektif dan profesional untuk memastikan pengelolaan dana desa berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Desakan ini, kata Dira, bukan untuk menghakimi, melainkan memastikan tata kelola pemerintahan desa tidak menyimpang dari ketentuan.
“Klarifikasi terbuka jauh lebih baik daripada membiarkan isu liar berkembang,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi Pemerintah Desa Latali untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan terkait pelaksanaan program-program tersebut.
Penulis: Arsya


















Komentar