SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pendidikan

Transformasi Sampah Jadi Karya Seni, SMPN 2 Oheo Tampilkan Inovasi Kreatif di Gelar Karya P5

KONAWE UTARA, TERASSULTRA.COM – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Oheo melaksanakan kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Sabtu, 21 Desember 2024. Kegiatan yang mengusung tema “Sampahku Tanggung Jawabku” ini menampilkan inovasi karya seni dari barang-barang bekas yang diolah menjadi produk bernilai estetik dan ekonomis.

IMG 20241221 WA0048

SMPN 2 Oheo Konawe Utara melaksanakan kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Foto Andri

Acara ini dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Utara (Konut). Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yuyamin. dalam sambutannya Yuyamin memberikan apresiasi tinggi kepada guru serta siswa-siswi SMP Negeri 2 Oheo yang terletak di Desa Tadoloiyo, Kecamatan Oheo.

Menurut Yuyamin, kegiatan ini menunjukkan bahwa sekolah mampu memadukan pembelajaran kreatif dengan penguatan nilai-nilai Pancasila.

“Gelar Karya P5 SMP Negeri 2 Oheo dengan tema gaya hidup berkelanjutan dan kewirausahaan serta judul projek ‘Sampahku Tanggung Jawabku’ bertujuan membangun kesadaran siswa akan tanggung jawab terhadap diri sendiri, lingkungan, dan sampah di sekitar mereka,” ungkapnya.

IMG 20241221 WA0053

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yuyamin bersama jajarannya saat menghadiri kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Foto Andri

Sebagai bagian dari kegiatan ini, siswa-siswi menampilkan berbagai karya seni dari bahan bekas yang dipamerkan melalui fashion show. Menariknya, semua busana yang ditampilkan tidak menggunakan kain, melainkan bahan seperti kardus, plastik, karung goni, dan berbagai barang bekas lainnya. Kreativitas siswa terlihat jelas dalam mengolah barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi produk berdaya guna tinggi.

Yuyamin menjelaskan bahwa tema ini dipilih untuk menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sekaligus mengajarkan cara hidup yang berkelanjutan.

“Dalam kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk berinovasi dalam mengolah sampah secara efisien sehingga dapat menciptakan produk yang memiliki nilai estetik sekaligus berfungsi,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka, yang mengedepankan pengembangan karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Dalam pelaksanaannya, kegiatan berbasis proyek seperti ini dirancang untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka.

Yuyamin menjelaskan bahwa prinsip pelaksanaan P5 adalah holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif.

“Metode pembelajaran yang digunakan adalah interaktif, melibatkan siswa secara aktif dalam seluruh tahapan, mulai dari pengenalan, kontekstualisasi, aksi, hingga refleksi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya proses pembelajaran berbasis proyek dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa.

“Melalui P5, siswa dilatih untuk mengamati permasalahan di sekitar, menganalisisnya, serta menciptakan solusi yang kreatif dan relevan,” ujarnya.

IMG 20241221 WA00491

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yuyamin saat pose bersama siswa yang merupakan peserta SMPN 2 Oheo melaksanakan kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Foto Andri

Kegiatan Gelar Karya P5 di SMPN 2 Oheo tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan hasil karya seni, tetapi juga sarana pembelajaran yang memperkaya pengalaman siswa dalam menghadapi tantangan dunia nyata.

“Dengan P5, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi mereka secara lebih bebas dan kreatif, sehingga dapat menjadi individu yang mandiri serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” terang Yuyamin.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menghadapi kehidupan bermasyarakat.

“Melalui projek seperti ini, siswa belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

Kegiatan Gelar Karya P5 di SMPN 2 Oheo ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Konawe Utara maupun daerah lain untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dan inovasi kreatif dalam pembelajaran. Dengan semangat gotong-royong dan nilai-nilai Pancasila, generasi muda Indonesia dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement