KENDARI, TERASSULTRA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Fadhal Rahmat, melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana tanah longsor di Kelurahan Anggalomelai, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Selasa (1/7/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat dan pemberitaan yang ramai beredar di media sosial, yang mengungkapkan adanya tanah longsor cukup parah yang mengancam pemukiman warga dan akses jalan lingkungan.
Fadhal Rahmat didampingi langsung oleh Lurah Anggalomelai, tokoh masyarakat setempat, serta sejumlah warga yang terdampak bencana. Dalam kunjungannya, politisi muda ini tampak serius memperhatikan kondisi kontur tanah dan titik-titik rawan longsor yang dikhawatirkan masih berpotensi bergerak jika tidak segera ditangani secara serius.
“Setelah saya menerima laporan dari Pak Lurah dan melihat langsung kondisi di lapangan, memang situasinya cukup memprihatinkan. Longsoran tanah ini tidak hanya mengganggu akses warga, tetapi juga mengancam keselamatan mereka jika tidak segera ditangani,” beber Fadhal saat memberikan keterangan kepada media.

Anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat saat meninjau rumah warga yang terkena longsor. Foto Andri
Menurutnya, langkah cepat dan konkret harus segera dilakukan, tidak hanya dengan menunggu tindakan dari pemerintah kota tetapi juga dengan inisiatif langsung dari para pemangku kepentingan di lapangan.
Untuk itu, Politikus Golkar itu menyatakan telah berkoordinasi untuk segera menurunkan alat berat guna membantu proses pembersihan dan penataan ulang lahan yang terkena longsor. Tujuannya agar proses normalisasi kawasan terdampak bisa lebih cepat dan risiko longsor susulan bisa diminimalisir.
“Saya sudah bicara dengan beberapa pihak terkait, termasuk mitra kerja dan relawan, untuk segera mengirimkan alat berat ke lokasi. Kita harus bekerja cepat agar material longsor bisa segera dikeruk dan permukaan tanah yang tidak stabil bisa diratakan,” jelasnya.
Fadhal menegaskan bahwa kehadiran alat berat bukan hanya untuk mempercepat pemulihan, tetapi juga sebagai langkah preventif agar bencana serupa tidak kembali terjadi, terlebih saat cuaca ekstrem masih mengancam sebagian besar wilayah di Kota Kendari.
“Penanganan darurat seperti ini tidak bisa hanya bersifat simbolis. Kita perlu memastikan keselamatan warga, memastikan akses jalan terbuka, dan memberikan kepastian bahwa mereka tidak lagi hidup dalam kecemasan karena ancaman bencana,” ungkapnya.

Salah satu rumah warga di Kelurahan Abeli terdampak longsor. Foto Andri
Selain menyasar pemulihan fisik, Fadhal juga mendorong agar dilakukan pendekatan edukatif kepada warga sekitar agar mereka lebih siap dalam menghadapi risiko bencana. Ia menilai pentingnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana seperti lereng dan perbukitan.
“Kita tidak ingin masyarakat hanya jadi korban pasif dari bencana. Harus ada pengetahuan yang mereka miliki agar bisa mengenali tanda-tanda bahaya, tahu bagaimana evakuasi yang aman, dan ikut terlibat dalam proses mitigasi,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Anggalomelai, Wahyudin, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang ditunjukkan oleh anggota DPRD. Ia mengatakan bahwa selama ini pihak kelurahan telah berupaya maksimal memberikan laporan dan menangani secara terbatas dengan sumber daya yang dimiliki.
“Kami sangat bersyukur dengan kunjungan Pak Fadhal. Ini menunjukkan bahwa permasalahan kami tidak diabaikan. Kehadiran beliau dan rencana pengerahan alat berat tentu sangat membantu, karena secara kapasitas, kami di kelurahan tidak bisa bekerja sendiri,” urainya.
Tak hanya itu, Wahyudin juga berharap agar instansi teknis lainnya di lingkup Pemerintah Kota Kendari bisa segera turun tangan dan melakukan langkah-langkah teknis yang lebih menyeluruh, seperti survei geologi, pemasangan bronjong, atau pembangunan drainase untuk mengatasi genangan air yang mempercepat terjadinya longsor. (adv)


















Komentar