KENDARI, TERASSULTRA.COM – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan penelitian tahap II oleh Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dhacara, Senin (29/9/2025) dengan melibatkan pejabat utama dan sejumlah personel Polda Sultra.
Penelitian kali ini mengusung tema strategis “Penguatan Kapabilitas Kepemimpinan melalui Transformasi Pendidikan yang Berkualitas Menuju Indonesia Maju 2045”. Tim supervisi dipimpin langsung Ketua Tim, Brigjen Pol Slamet Hariyadi didampingi enam anggota tim.
Metode penelitian dilakukan melalui pengisian kuesioner berbasis digital menggunakan Google Form serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali masukan lebih dalam.
Brigjen Slamet menegaskan, penelitian ini bukan sekadar formalitas akademik, tetapi upaya konkret Polri untuk membangun kepemimpinan visioner yang relevan dengan tantangan zaman.
“Kami ingin menghimpun masukan dari lapangan, mengidentifikasi tantangan, sekaligus merumuskan strategi yang bisa memperkuat kepemimpinan Polri. Hasil penelitian ini nantinya menjadi bahan rekomendasi bagi Lemdiklat Polri dalam menyusun arah transformasi pendidikan kepolisian,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya memperkuat kapasitas kepemimpinan di tubuh Polri agar institusi mampu beradaptasi dengan dinamika keamanan global, perkembangan teknologi, serta ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.
“Pendidikan Polri ke depan harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya tangguh secara operasional, tetapi juga memiliki visi strategis, integritas, dan kemampuan manajerial untuk membawa organisasi menuju Polri Presisi dan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Penelitian tahap II ini menjadi bagian dari rangkaian program akademik Sespim Polri yang bertujuan memperkaya basis data ilmiah, memperkuat jejaring institusi, serta memperdalam pemahaman terhadap kondisi sosial dan keamanan di daerah.
Brigjen Slamet menegaskan, kontribusi aktif dari jajaran Polda Sultra melalui diskusi dan masukan akan menjadi faktor penting dalam merumuskan rekomendasi yang relevan.
“Kami berharap penelitian ini tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk sistem pendidikan dan kepemimpinan Polri yang adaptif, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar