SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pendidikan

Temukan Siswa Bersandal saat Sidak di SMKN 2 Kendari, Gubernur Andi Sumangerukka Berikan Bantuan

Asr 57 1
Gubernur Andi Sumangerukka saat sidak di SMKN 2 Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Suasana belajar di SMKN 2 Kendari mendadak berubah tegang saat Andi Sumangerukka melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Rabu, 29 April. Kunjungan itu membuka sejumlah persoalan di kelas-kelas yang nyaris kosong, kedisiplinan siswa yang longgar, hingga lemahnya pengelolaan sekolah.

Memasuki salah satu ruang kelas, Andi Sumangerukka terkejut mendapati hanya empat siswa yang hadir dari jumlah belasan yang terdaftar. Ia langsung menghentikan langkahnya dan bertanya dengan nada heran.

“Ini berapa muridnya? Kok yang hadir cuma empat?” ungkapnya kepada pihak sekolah.

Penjelasan bahwa sebagian siswa tengah mengikuti pelajaran olahraga di lapangan tak sepenuhnya meredakan kegelisahannya. Di ruang lain, situasi serupa kembali ditemukan dari 26 siswa, hanya 11 yang berada di dalam kelas saat sidak berlangsung.

Bagi Andi Sumangerukka, kondisi ini merupakan cerminan lemahnya manajemen sekolah.

“Kepala sekolah dan guru, ini tidak benar. Banyak kelas kosong,” tegasnya.

Tak hanya soal kehadiran, gubernur Andi Sumangerukka juga menemukan persoalan lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Sejumlah siswa mengikuti pelajaran tanpa sepatu. Seorang siswa mengaku sepatunya rusak, sementara yang lain meminjamkan sepatu kepada temannya.

Temuan itu membuat Andi Sumangerukka terdiam sejenak sebelum akhirnya mengambil langkah spontan. Ia memberikan bantuan uang pribadi kepada siswa yang tidak memiliki sepatu layak.

“Ini untuk beli sepatu. Supaya kalian bisa belajar dengan baik,” ucapnya.

Bantuan tersebut, menurutnya, bukan sekadar solusi sesaat, melainkan pengingat bahwa fasilitas dasar pendidikan tidak boleh diabaikan.

Sidak ini, kata Andi Sumangerukka, harus menjadi cermin bagi seluruh sekolah di bumi anoa. Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan siswa yang diiringi dengan tanggung jawab penuh dari pihak sekolah.

“Disiplin itu bukan hanya tugas siswa, tapi juga hasil dari pengelolaan yang baik,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement