SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan

Takbir Bergema di Masjid Syakira Rahmatillah, Pemkot Kendari Tutup Safari Ramadhan dengan Kebersamaan

FB IMG 1743368696418
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menutup safari ramadhan di masjid Syakira Rahmatillah. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Rangkaian Safari Ramadhan 1445 H yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi berakhir dengan takbir bersama di Masjid Syakira Rahmatillah, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Minggu (30/3/2025) malam. Momen sakral ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dan dihadiri oleh masyarakat serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Safari Ramadhan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga upaya mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Safari Ramadhan ini menjadi momen kita untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Saya berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya di bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.

Sejak petang, ratusan jamaah mulai berdatangan, memenuhi halaman masjid yang berdiri megah di atas enam petak lahan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti dengan takbir terpimpin yang menggema di seluruh area masjid.

Momen ini juga menjadi kesempatan bagi pengurus masjid untuk menceritakan perjalanan panjang pembangunan Masjid Syakira Rahmatillah, yang kini menjadi salah satu ikon keagamaan di Kecamatan Kendari Barat.

Gazali, pengurus masjid, menjelaskan bahwa pembangunan tempat ibadah ini dimulai sejak tahun 2011 dengan nama Masjid Nurul Syakira. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Musadar Mapasomba, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Kendari.

“Pada awalnya, masjid ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Dengan segala keterbatasan, kami terus berusaha agar jamaah memiliki tempat ibadah yang layak,” ungkapnya.

Seiring bertambahnya jumlah jamaah, masyarakat setempat berinisiatif memperluas bangunan masjid. Pada 1 Januari 2022, namanya resmi berubah menjadi Masjid Syakira Rahmatillah, dan pembangunan tahap dua dimulai pada 14 Juli 2022. Setelah tiga tahun pengerjaan, akhirnya masjid diresmikan pada 27 Januari 2025, bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj.

Ketua pembangunan masjid menambahkan bahwa desain arsitektur masjid ini dibuat dengan konsep unik.

“Ruang utama masjid lebih kecil dibandingkan sayap kiri dan kanan, karena kami ingin menjadikan masjid sebagai ruang publik bagi warga sekitar, khususnya di RT 13. Tidak ada ruang terbuka untuk anak-anak bermain, sehingga halaman masjid diharapkan bisa menjadi tempat interaksi sosial dan keagamaan,” bebernya.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Syakira Rahmatillah juga berkomitmen untuk menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemkot Kendari dalam berbagai program sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Masjid ini akan terus menghidupkan tiga pilar utama, yaitu iman, ilmu, dan amal, demi kemajuan umat,” tandas Gazali.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement