KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam semangat Idulfitri 1446 Hijriah, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menggelar acara silaturahmi dan halalbihalal yang mempertemukan para kepala daerah se-Sultra di Rumah Jabatan Gubernur.
Ditemani istri, Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, Ibu Arinta Nila Hapsari, Gubernur Andi Sumangerukka menyambut langsung para bupati, wali kota, serta keluarga dan jajaran pemerintahan daerah dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Acara yang digelar di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Gubernur Sultra ini berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang dan dipenuhi nuansa kekeluargaan. Satu per satu tamu yang hadir disambut langsung oleh Gubernur dengan senyum hangat, salaman erat, dan sapaan personal.
Kehadiran kepala daerah dari berbagai penjuru Sultra menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi strategis pasca-Ramadan yang tidak hanya mengedepankan nilai keagamaan, tetapi juga nilai kepemimpinan dan sinergi pembangunan.
“Halalbihalal seperti ini bukan sekadar seremoni Idulfitri. Ini momen mempererat hubungan antarpimpinan daerah, saling mendengar, saling memahami, dan saling menguatkan untuk masa depan Sulawesi Tenggara,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka kepada awak media usai acara, Kamis (3/4/2025)
Menurut mantan Pangdam XIV/Hasanuddin itu, silaturahmi menjadi elemen penting dalam tata kelola pemerintahan yang harmonis. Ia meyakini bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota akan mendorong terciptanya pembangunan yang lebih merata dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kadang kita terlalu sibuk dengan agenda birokrasi, sehingga momen seperti ini menjadi penting untuk duduk bersama dalam suasana nonformal. Di sinilah muncul komunikasi yang cair, dari hati ke hati, menyampaikan kondisi terkini di lapangan,” jelasnya.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka saat menyambut kepala daerah yang menghadiri halal bihalal yang digelar. Foto Andri
Andi Sumangerukka menegaskan bahwa halalbihalal kali ini bukan sekadar ajang ramah tamah, melainkan juga sebagai forum strategis menjelang pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 14 April mendatang. Dalam forum silaturahmi ini, para kepala daerah diberi ruang untuk menyampaikan secara singkat perkembangan dan tantangan utama yang mereka hadapi di daerah masing-masing.
“Kita gunakan kesempatan ini untuk mendengar langsung dari para bupati dan wali kota. Apa yang mereka hadapi, apa yang mendesak untuk ditangani, dan seperti apa kita bisa bersinergi. Nanti di Musrenbang, semua akan kita finalisasi menjadi arah kebijakan pembangunan Sultra ke depan,” tegasnya.
Selama acara berlangsung, para tamu juga menikmati berbagai hidangan khas Idulfitri yang disajikan oleh panitia. Mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue tradisional tersaji untuk menyambut para kepala daerah dan keluarga mereka. Suasana yang semula formal perlahan mencair, berganti dengan tawa, perbincangan ringan, dan nostalgia di antara para pemimpin daerah.
Dalam sambutannya di hadapan para tamu, Andi Sumangerukka juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan di tengah dinamika politik dan sosial yang terus bergerak. Ia mengajak seluruh jajaran kepala daerah untuk menjaga integritas, menomorsatukan kepentingan masyarakat, dan terus membangun komunikasi yang terbuka demi kebaikan bersama.
“Kalau kita kompak, kita saling percaya, saya yakin semua tantangan bisa kita lewati. Kita punya potensi besar di Sultra ini, alam yang kaya, SDM yang cerdas, dan budaya yang kuat. Tinggal bagaimana kita bisa bekerja dalam satu arah yang sama,” katanya.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka saat bersalaman dengan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin dalam halal bihalal yang digelar Gubernur. Foto Andri
Sebagai tokoh yang baru dilantik menjadi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan terbuka. Ia mengatakan bahwa gaya kepemimpinan kolaboratif akan menjadi ciri khas pemerintahannya, di mana keputusan-keputusan besar akan selalu mempertimbangkan aspirasi daerah-daerah kabupaten dan kota.
“Saya bukan pemimpin yang ingin jalan sendiri. Saya ingin kita semua punya rasa memiliki terhadap setiap program dan kebijakan. Karena jika semua merasa ikut bertanggung jawab, maka pembangunan pun akan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Di akhir acara, para tamu diajak untuk sesi foto bersama dengan Gubernur dan Ketua TP PKK. Para kepala daerah tampak antusias berbaur, tertawa, dan menikmati momen yang jarang bisa terjadi di luar suasana Idulfitri. Momen itu ditutup dengan harapan bersama bahwa sinergi dan kebersamaan yang dibangun hari ini akan terus terjaga sepanjang tahun dan menjadi modal kuat dalam menghadapi agenda pembangunan Sulawesi Tenggara ke depan.
“Semoga Idulfitri ini menjadi titik balik semangat kita dalam bekerja dan melayani masyarakat. Saya percaya, kalau kita terus bersatu dan saling mendukung, Sultra akan menjadi provinsi yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” tandasnya. (adv)


















Komentar