KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah memprediksi mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mencapai hingga 1,3 juta perjalanan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kementerian Perhubungan memastikan seluruh moda transportasi darat, laut, dan udara telah disiapkan dengan berbagai langkah pengamanan dan pengawasan keselamatan.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sultra, Husni, mengatakan kesiapan armada dan koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar arus mudik tahun ini berjalan lancar.
“Kami memastikan seluruh moda transportasi telah dipersiapkan secara optimal. Fokusnya pada keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama Angkutan Lebaran 2026,” ungkapnya dalam dialog bersama media menjelang pembukaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu di Terminal Tipe A Puuwatu, Kendari, Jumat, 13 Maret 2026.
Dialog tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan transportasi, antara lain Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Ditlantas Polda Sultra, KSOP Kendari, otoritas Bandara Halu Oleo, Dishub Kota Kendari, Dishub Kolaka Utara, Jasa Raharja, Basarnas, serta BMKG.
Husni menjelaskan pola mobilitas masyarakat di Sultra berbeda dengan wilayah Jawa karena faktor geografis kepulauan. Dari jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa, potensi perjalanan selama Lebaran diperkirakan mencapai 1,1 hingga 1,3 juta perjalanan.
“Sebagian besar perjalanan masih didominasi kendaraan pribadi. Sementara angkutan umum terdistribusi melalui penyeberangan ASDP, kapal laut, bus AKAP dan AKDP, serta transportasi udara,” bebernya.
Selama masa posko Angkutan Lebaran yang berlangsung 13-30 Maret 2026, kapasitas layanan penyeberangan di Sultra diperkirakan mampu mengangkut 180.163 penumpang dan 17.465 unit kendaraan campuran.
Adapun moda transportasi darat melalui bus antarkota diperkirakan mampu melayani sekitar 8.418 penumpang selama periode tersebut.
Selain kesiapan armada, Husni menekankan pentingnya aspek keselamatan transportasi. Kementerian Perhubungan bersama operator melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) secara intensif di berbagai simpul transportasi.
“Bus yang telah dinyatakan laik jalan akan diberi label khusus. Ini untuk memastikan seluruh sarana transportasi memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat,” urainya.
Husni juga mengapresiasi program mudik gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Sultra dan Polda Sultra. Menurut dia, program tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Program mudik gratis sangat membantu masyarakat sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang selama ini mendominasi angka kecelakaan saat mudik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.
“Penguatan kolaborasi antar-stakeholder menjadi kunci agar pelayanan transportasi selama Lebaran benar-benar aman dan nyaman bagi masyarakat,” paparnya.
Kementerian Perhubungan juga telah memetakan potensi lonjakan mobilitas masyarakat. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran, sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada H+3 hingga H+5.
“Sejumlah langkah antisipasi telah kami siapkan sejak dini, mulai dari penguatan kapasitas armada, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan infrastruktur transportasi di seluruh simpul perjalanan,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar