KENDARI, TERASSULTRA.COM – Detasemen Gegana Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menerapkan protokol pengamanan ekstra dengan melakukan sterilisasi menyeluruh di ruang pleno rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra yang berlokasi di Hotel Claro Kendari. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan lokasi dari potensi ancaman fisik maupun nonfisik yang dapat mengganggu jalannya proses demokrasi.
Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Sugianto Marweki melalui Ps. Danden Gegana Kompol Asri Diyni menjelaskan bahwa sterilisasi dilakukan menggunakan peralatan canggih, seperti metal detector, alat pendeteksi bahan peledak, dan anjing pelacak (K9).
“Kami menyisir seluruh area strategis, termasuk Aula Phinisi 1 sebagai ruang pleno, akses keluar-masuk, lobi hotel, serta fasilitas umum lainnya. Semua dilakukan untuk memastikan lokasi bebas dari ancaman,” ujar Kompol Asri, Jumat (6/12/2024).
Sterilisasi ini menjadi bagian dari langkah preventif Polda Sultra dalam menjamin kelancaran jalannya rapat pleno.
“Keamanan semua pihak, baik penyelenggara, peserta pleno, maupun masyarakat yang memantau proses ini, adalah prioritas utama kami,” tambahnya.
Pihaknya tidak akan mengendurkan pengawasan hingga proses rekapitulasi selesai.
“Kami siap menghadapi segala kemungkinan demi menjaga kelancaran dan keamanan proses demokrasi ini,” jelasnya.
Polda Sultra juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu kericuhan.
“Mari bersama-sama mendukung terciptanya suasana damai demi keberhasilan pesta demokrasi ini,” tandas Kompol Asri.
Untuk diketahui, Hotel Claro Kendari dipilih sebagai lokasi rekapitulasi karena letaknya strategis dan fasilitasnya memadai. Dengan pengamanan yang ketat, Polda Sultra optimistis bahwa tahapan penting dalam Pilgub ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Dengan protokol pengamanan maksimal dari Brimob Polda Sultra, proses rekapitulasi suara diharapkan dapat mencerminkan transparansi dan kedamaian, sebagai wujud demokrasi yang sehat di Sultra.
Penulis: Andri


















Komentar