SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemerintahan

Siap Pimpin Hardiknas, Bupati Ikbar Intrusikan Peserta Upacara Kenakan Busana Adat

Screenshot 20250502 103750 Samsung Internet
Bupati Konut, Ikbar bersama istri saat mengenakan busana adat saat memberikan keterangan. Foto Andri

KONAWE UTARA, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) akan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2025 dengan nuansa kebudayaan lokal yang kuat.

Dalam momentum ini, Bupati Konut, Ikbar dijadwalkan akan bertindak sebagai inspektur upacara, memimpin langsung jalannya upacara di Lapangan Kantor Bupati.

Dalam arahannya menjelang pelaksanaan Hardiknas, Bupati Ikbar mengeluarkan imbauan khusus terkait tata busana yang dikenakan oleh para peserta upacara. Ia menginstruksikan agar pejabat eselon II mengenakan pakaian adat daerah, Forkopimda mengenakan pakaian dinas upacara (PDU), serta pejabat eselon III, IV, dan seluruh peserta lainnya mengenakan tenunan adat khas Sulawesi Tenggara.

“Momentum Hari Pendidikan Nasional adalah saat yang tepat untuk menegaskan kembali identitas kita sebagai daerah yang kaya budaya,” bebernya, Kamis (1/5/2025).

“Karena itu, saya mengimbau seluruh peserta upacara untuk menggunakan pakaian adat dan tenunan lokal. Ini bukan sekadar simbol, tapi wujud penghargaan terhadap kearifan lokal yang harus kita rawat melalui pendidikan,” tambahnya.

Foto ilustrasi

Ia menegaskan bahwa pendidikan di Konawe Utara tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembangunan karakter dan pelestarian nilai-nilai budaya daerah.

“Pendidikan itu tidak hanya soal angka dan prestasi intelektual, tetapi bagaimana kita membentuk manusia yang berkarakter, mencintai daerahnya, dan mampu menjaga identitas budayanya. Pakaian adat dalam peringatan seperti ini adalah bagian dari proses pembelajaran itu,” tambahnya.

Bupati Ikbar dalam kesempatan itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam membangun dunia pendidikan, baik dari rumah, lingkungan, maupun institusi formal.

“Sekolah bukan satu-satunya tempat anak belajar. Rumah, desa, tempat ibadah, dan ruang-ruang publik lainnya harus menjadi ruang edukasi. Semangat merdeka belajar itu baru bisa tercapai jika seluruh elemen masyarakat ikut ambil bagian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ikbar menyampaikan bahwa pendidikan adalah pondasi utama bagi kemajuan Konawe Utara dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan akan terus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Selama saya diberikan amanah memimpin daerah ini, pendidikan akan tetap menjadi prioritas. Karena saya percaya, perubahan paling nyata dan paling berkelanjutan itu datang dari anak-anak kita yang dididik dengan baik,” tutupnya.

logo hari pendidikan nasional 2025 1745561576146

Foto ilustrasi

Peringatan Hardiknas di Konut tahun ini akan mengusung semangat “Bergerak Bersama Lanjutkan Merdeka Belajar”, sebagaimana tema nasional yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Namun di tingkat daerah, tema tersebut akan diberi konteks lokal, dengan penekanan pada penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara, Abd. Malik, membenarkan bahwa Bupati Ikbar akan memimpin langsung upacara dan menjadi tokoh utama dalam seruan budaya di dunia pendidikan.

“Pak Bupati sangat konsisten dalam mengarusutamakan budaya lokal ke dalam sistem pendidikan. Bahkan sejak awal beliau sudah meminta agar kurikulum muatan lokal ditingkatkan, dan para siswa dikenalkan lebih dalam pada nilai-nilai budaya Tolaki dan Moronene,” ujar Abd. Malik.

Menurutnya, instruksi tentang penggunaan pakaian adat bukan hanya untuk memperindah suasana, tetapi merupakan bentuk praktik langsung dari pendidikan karakter.

“Ketika seorang anak melihat pemimpinnya memakai tenunan adat di upacara resmi, itu memberi kesan mendalam. Bahwa budaya itu bukan hal masa lalu, melainkan bagian dari masa depan,” katanya.

Pelaksanaan upacara Hardiknas juga akan dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada guru berprestasi, pelajar teladan, serta pertunjukan seni budaya dari para siswa yang menampilkan tarian tradisional dan pembacaan puisi bertema pendidikan. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement