SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik

Serap Aspirasi Warga, Jumran: Suara Masyarakat Adalah Amanah yang Harus Dijaga

Jumran 1
Anggota DPRD Kota Kendari dari Daerah Pemilihan III (Poasia, Abeli, dan Nambo), Jumran menyapa masyarakat saat melaksanakan reses. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sore itu, halaman rumah warga di Jalan Konawe, Kelurahan Abeli, tampak ramai. Warga dari empat kelurahan – Abeli, Anggalomelai, Lapulu, dan Nambo datang satu per satu, sebagian membawa catatan kecil berisi harapan dan keluhan yang ingin mereka sampaikan.

Di antara mereka, Jumran, anggota DPRD Kota Kendari dari Daerah Pemilihan III (Poasia, Abeli, dan Nambo), berdiri menyapa warga dengan senyum ramah.

Kegiatan itu bukan sekadar pertemuan rutin. Bagi Jumran, Reses Masa Sidang I Tahun 2025 ini adalah waktu untuk mendengar langsung denyut nadi masyarakat.

“Saya tidak ingin aspirasi masyarakat hanya berhenti di kertas laporan. Setiap masukan hari ini adalah amanah yang harus saya perjuangkan,” ungkapnya, Rabu (29/10/2025).

Reses yang dihadiri oleh para lurah dari empat kelurahan, Ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat itu berlangsung hangat. Suara-suara warga datang dari berbagai arah, soal jalan lingkungan yang rusak, drainase tersumbat, lampu jalan yang belum terpasang, hingga permintaan sumur bor di wilayah yang sering mengalami kekurangan air bersih.

Jumran mencatat satu per satu aspirasi itu. Ia mengakui, sebagian besar persoalan yang disampaikan adalah isu klasik infrastruktur dasar yang masih menjadi tantangan di wilayah pinggiran Kendari. Namun, baginya, masalah-masalah kecil itu justru yang paling nyata dirasakan masyarakat.

“Membangun kota tidak selalu soal proyek besar. Kadang, satu lampu jalan yang menyala di ujung kampung bisa membuat warga merasa lebih aman,” paparnya.

Politisi Golkar itu menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas untuk memenuhi kewajiban konstitusional anggota dewan. Ia menyebutnya sebagai “ritual politik yang paling jujur”. Karena di situlah ia bisa menatap langsung wajah-wajah yang dulu memberinya suara.

“Saya hadir di sini bukan hanya karena jabatan, tapi karena tanggung jawab moral. Masyarakat telah memberi kepercayaan, dan tugas saya adalah memastikan kepercayaan itu tidak dikhianati,” tegasnya.

Ia berjanji akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang telah disampaikan warga. Menurutnya, setiap usulan akan dibahas bersama pemerintah kota dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

“Saya tidak ingin janji tanpa realisasi. Kita akan perjuangkan bersama, dengan langkah yang terukur dan realistis,” ungkapnya.

“Saya percaya, mendengar adalah bentuk paling dasar dari pengabdian. Karena dari situlah, kebijakan yang adil bisa lahir,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement