KENDARI, TERASSULTRA.COM – Lapangan Eks MTQ di jantung Kota Kendari, Minggu pagi, 26 April 2026, berubah menjadi lautan gerak serempak. Ratusan pelajar berseragam olahraga memadati area depan Kantor Wali Kota. Musik ritmis mengalun, mengiringi gerakan energik dalam Lomba Senam Anak Indonesia Hebat Garuda Mepekoaso.
Di tengah suasana itu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, berdiri di hadapan peserta. Ia membuka kegiatan sekaligus menyisipkan pesan soal kesehatan, karakter, dan masa depan generasi muda.
“Ini bukan hanya lomba senam. Ini tentang membangun kebiasaan hidup sehat, memperkuat mental, dan menanamkan disiplin sejak dini,” ungkapnya.
Lomba yang diikuti tingkat SMP, MTs, hingga SMA se-Sultra ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sultra. Momentum itu juga disandingkan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, mempertegas irisan antara kesehatan fisik dan pembangunan kualitas pendidikan.
Menurutnya, generasi muda tak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka dituntut memiliki daya tahan fisik, ketangguhan mental, serta karakter yang kuat di tengah kompetisi global.
“Kalau ingin bersaing, anak-anak kita harus sehat. Sehat jasmani, sehat pikiran. Dari situlah lahir generasi yang ulet dan berdaya saing,” bebernya.
Ia juga menyinggung pentingnya ruang-ruang ekspresi seperti lomba senam. Aktivitas kolektif semacam itu, kata dia, menjadi medium efektif untuk menanamkan nilai kebersamaan sekaligus menghindarkan generasi muda dari aktivitas negatif.
Di sela kegiatan, Andi Sumangerukka memanfaatkan panggung untuk mempromosikan program pendidikan unggulan yang tengah dibangun pemerintah pusat di daerah. Ia menyebut Sultra menjadi salah satu dari empat provinsi yang mendapat kepercayaan menghadirkan SMA Unggulan berstandar internasional di Kabupaten Konawe Selatan.
“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Fasilitasnya berstandar internasional, dan sudah ratusan siswa mendaftar. Saya berharap anak-anak Sultra bisa mengambil peluang ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai sekitar 25 persen. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mengawal agar proyek itu berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan.
Andi Sumangerukka bersama jajaran pejabat daerah ikut larut dalam senam massal. Gerakan yang semula hanya dipertandingkan, berubah menjadi simbol ajakan terbuka bahwa hidup sehat bukan sekadar slogan, melainkan kebiasaan yang harus dibangun bersama.
“Kalau kita ingin Sultra maju, kita mulai dari generasinya. Dan generasi yang kuat itu dimulai dari tubuh yang sehat,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar