SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan

Seleksi Bintara Polri di Polda Sultra: Sistem Barcode Jamin Transparansi, Tak Ada Jalan Pintas

IMG 20250323 WA0016
Polda Sultra saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan dengan menerapkan sistem barcode. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki hari keempat dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap pertama. Bertempat di Aula Dhala Polda Sultra, Sabtu (22/3/2025), sebanyak 270 peserta menjalani berbagai pemeriksaan medis yang menjadi gerbang awal menuju pengabdian sebagai anggota Polri.

Menjunjung tinggi prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), Polda Sultra menerapkan sistem barcode untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan adil dan bebas dari praktik curang. Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sultra, Kombes Pol Arief Fitrianto, menegaskan bahwa inovasi ini menjamin objektivitas dalam setiap tahap seleksi.

“Sistem barcode menjaga anonimitas peserta. Petugas hanya melihat kode, bukan identitas. Ini mencegah potensi kecurangan dan memastikan semua peserta memiliki kesempatan yang sama,” tegas Arief.

Dalam tahap Rikkes ini, peserta menjalani enam jenis pemeriksaan medis yang bertujuan memastikan kondisi fisik mereka memenuhi standar ketat Polri, meliputi:

– Pengukuran tinggi dan berat badan

– Pemeriksaan tekanan darah

– Pemeriksaan kesehatan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT)

– Pemeriksaan gigi dan mulut

– Tes buta warna

– Pemeriksaan fisik secara menyeluruh

Hasil setiap pemeriksaan diumumkan secara terbuka di hadapan peserta, memungkinkan mereka langsung mengetahui apakah lolos atau gugur ke tahap berikutnya.

“Kami ingin memastikan seleksi ini tidak hanya profesional, tetapi juga transparan. Semua hasil bisa disaksikan langsung oleh peserta untuk menghindari spekulasi atau kecurigaan,” tambah Arief.

Proses ini diawasi secara ketat oleh Bidpropam dan Itwasda sebagai pengawas internal. Sementara itu, pengawasan eksternal melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta media massa yang berperan sebagai kontrol sosial.

Dengan sistem ini, Polda Sultra ingin memastikan hanya calon Bintara yang berintegritas tinggi, kompeten, dan memiliki fisik prima yang akan lolos.

“Kami berkomitmen melahirkan generasi Polri yang siap melayani dan menegakkan hukum dengan jujur dan profesional. Sistem ini adalah bentuk nyata dari komitmen tersebut,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement