SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Sekolah Rakyat Kendari Mulai Beroperasi, Siska Targetkan Anak Putus Sekolah Tuntas

Siska 52
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memberikan sambutan usai membuka MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Senin (3/8/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari yang ditandai dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (3/8/2026).

Peresmian MPLS dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di kompleks Sekolah Rakyat Kota Kendari. Hadir dalam kegiatan itu Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), unsur Forkopimda Provinsi Sultra dan Kota Kendari, Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah Kota Kendari, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Kendari, Kepala Sentra Meohai Kendari Muh. Gunawan, tenaga pendidik, orang tua peserta didik, hingga para siswa.

Dalam kesempatan itu, Siska menyebut Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, program yang diinisiasi pemerintah pusat itu bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi menjadi instrumen memutus rantai kemiskinan.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan ruang belajar, tetapi menghadirkan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita, khususnya di Kota Kendari,” jelasnya.

IMG 20260803 WA0157 1140x760 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (3/8/2026). Foto Andri

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI, Sentra Meohai Kendari, Pemprov Sultra, Dinas Sosial Kota Kendari, tenaga pendidik, dan seluruh pihak yang terlibat hingga Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 dapat mulai beroperasi.

Kehadiran Sekolah Rakyat lanjut Siska, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kendari dalam RPJMD 2025-2029 yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

“Pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Kendari. Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai agama, budaya, dan kearifan lokal,” ungkapnya.

Siska mengungkapkan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 4. Berdasarkan data Pemerintah Kota Kendari, angka kemiskinan di daerah itu mencapai sekitar 4,18 persen atau setara 18.380 jiwa.

Di sisi lain, hasil pendataan Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial Kota Kendari menunjukkan terdapat hampir 1.000 anak usia SD dan SMP yang belum mengenyam pendidikan.

Dengan kapasitas Sekolah Rakyat yang mampu menampung hingga 1.080 peserta didik, Pemkot Kendari menargetkan persoalan anak tidak sekolah dapat diselesaikan pada tahun ini.

IMG 20260803 WA0211 1140x760 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat pose bersama usai membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Senin (3/8/2026). Foto Andri

“Insya Allah pada tahun 2026 kita bisa menuntaskan anak tidak sekolah di Kota Kendari. Ini menjadi semangat besar bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan,” katanya.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 telah memulai proses belajar mengajar dengan 206 peserta didik, terdiri atas 26 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Seluruh peserta didik berasal dari Kota Kendari.

Selain layanan pendidikan, sekolah tersebut juga menyediakan fasilitas asrama, pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pembinaan karakter, hingga pendampingan bagi keluarga peserta didik.

Siska mengatakan Kota Kendari menjadi salah satu dari 38 kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh pembangunan Sekolah Rakyat pada tahap pertama dari total 543 daerah. Di Sultra, hanya Kota Kendari dan Kabupaten Buton Tengah yang mendapat kesempatan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Kendari tambah Siska telah menghibahkan lahan seluas sekitar lima hektare untuk pembangunan sekolah, sekaligus membangun akses jalan menuju kawasan pendidikan itu.

Dukungan infrastruktur menjadi bagian penting agar Sekolah Rakyat berkembang menjadi pusat pendidikan yang mampu menjangkau masyarakat kurang mampu sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya.

Kepada para siswa, Siska berpesan agar menjadikan kesempatan belajar sebagai jalan mengubah masa depan.

“Kalian adalah generasi masa depan Kota Kendari. Jangan pernah merasa rendah diri. Teruslah belajar, hormati guru dan orang tua, bangun karakter, serta jadikan sekolah ini sebagai tempat mengubah masa depan kalian,” urainya.

IMG 20260803 WA0150 1140x760 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menyalami siswa usai pembukaan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Senin (3/8/2026). Foto Andri

Tak hanya itu, ia mengajak guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi agar tidak ada lagi anak di Kota Kendari yang kehilangan hak memperoleh pendidikan berkualitas.

Kepala Sentra Meohai Kendari, Muh. Gunawan mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Melalui Sekolah Rakyat, peserta didik tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan MPLS menjadi tahapan awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter.

“Melalui MPLS ini, peserta didik mulai mengenal lingkungan sekolah, membangun rasa percaya diri, menanamkan nilai disiplin, integritas, gotong royong, serta semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

Untuk diketahui, Sebagai penanda dimulainya MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan siswa. Pendidikan untuk Memutus Rantai Kemiskinan. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement