SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Kabar Daerah

Satu Tewas, Satu Hilang Usai Longboat Ditabrak Tongkang, Tim SAR Hentikan Pencarian Sementara

Tim 1
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban hilang akibat ditabrak kapal tongkang di Muna. Foto Arsya

MUNA, TERASSULTRA.COM – Operasi pencarian terhadap dua orang korban hilang akibat kecelakaan laut yang melibatkan kapal tongkang dan longboat di perairan antara Tampo dan Pulau Renda dihentikan sementara oleh Tim SAR Gabungan.

Keputusan ini diambil usai pencarian hari kedua berakhir pada Sabtu (18/10/2025) pukul 17.20 WITA dengan hasil satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu lainnya belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin, membenarkan penghentian sementara operasi. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi (19/10/2025) pukul 07.00 WITA, dengan harapan cuaca dan kondisi perairan mendukung proses evakuasi.

“Hari ini, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia. Korban atas nama La Rone,” ungkapnya saat dikonfirmasi media.

“Sementara satu korban lainnya, La Onus, masih dalam proses pencarian. Operasi dihentikan sementara karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keamanan. Kami akan lanjutkan besok pagi,” tambahnya.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal telah mengerahkan armada termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB) dalam operasi pencarian ini.

Amiruddin menjelaskan, penggunaan RIB dalam pencarian ini sangat penting karena kecepatannya dan kemampuannya menjangkau area perairan yang sulit.

“RIB adalah pengembangan dari perahu karet dengan struktur yang lebih kuat dan stabil. Sangat efektif untuk misi SAR di perairan terbuka seperti ini,” ungkapnya.

Meski sudah dua hari dilakukan pencarian, tim masih menghadapi tantangan berupa arus laut yang deras dan visibilitas yang rendah di beberapa titik. Faktor-faktor ini membuat proses penyisiran menjadi lebih lambat.

Dengan demikian, ia mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk lebih waspada terhadap lalu lintas laut, terutama saat beraktivitas di jalur pelayaran kapal besar.

“Kami turut berduka cita atas insiden ini. Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama, dan kami harap semua pihak meningkatkan kehati-hatian,” tandasnya.

Untuk diketahui, Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (18/10/2025) sekitar pukul 14.30 WITA, saat sebuah longboat yang mengangkut tiga orang penumpang (POB) dihantam oleh kapal tongkang Buana di perairan antara Tampo dan Pulau Renda. Kecelakaan menyebabkan dua orang terjatuh ke laut dan hilang, sementara satu orang berhasil selamat.

Adapun identitas para korban adalah sebagai berikut:

– Muhtari / Laki-laki / 48 tahun / Selamat / Warga Tampo

– La Rone / Laki-laki / 63 tahun / Ditemukan MD / Warga Tampo

– La Onus / Laki-laki / 51 tahun / Hilang / Warga Desa Laiworu

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement