SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum

Satgas Polda Sultra Sisir Abeli, Cegah Pungli Berkedok Uang Keamanan

Basuni
Satgas Polda Sultra saat memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka mencegah pungli. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Satuan Tugas (Satgas) Binmas Preemtif Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) turun langsung ke lapangan menindaklanjuti laporan adanya dugaan pungli dengan modus uang keamanan di wilayah Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan monitoring itu dipimpin oleh AKP Mukhammad Basuni bersama tiga personel Satgas lainnya. Terlihat mereka menyambangi sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas pungli, termasuk pangkalan ojek dan area parkir liar di kawasan Abeli.

“Kami menerima informasi adanya dugaan pungutan liar dengan dalih uang keamanan. Maka kami langsung turun melakukan monitoring dan memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat serta pelaku usaha jasa ojek,” ungkap AKP Mukhammad Basuni.

Basuni menegaskan, pendekatan yang dilakukan bersifat preventif dan edukatif, untuk mencegah potensi pelanggaran hukum sejak dini. Menurutnya, tindakan premanisme, pemalakan, atau bentuk pungli sekecil apa pun tidak bisa dibiarkan berkembang di tengah masyarakat.

“Kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak takut melapor jika ada pungutan liar. Polisi hadir untuk memberikan rasa aman. Tidak boleh ada yang mengatasnamakan keamanan untuk memungut uang di luar ketentuan,” tegasnya.

Selain memberi imbauan terkait pungli, pihaknya juga mengingatkan warga dan pengemudi ojek agar tidak membawa senjata tajam serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kami ingatkan juga agar tidak membawa sajam, karena bisa memicu tindak pidana. Semua harus menjaga suasana aman dan kondusif,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, AKP Basuni mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberantas premanisme dan praktik pungli di wilayah hukum Sultra. Melalui pendekatan lapangan, Satgas Binmas Preemtif tidak hanya menindak, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar menolak segala bentuk pungli dan aksi intimidatif.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman beraktivitas tanpa tekanan. Upaya ini akan terus kami lakukan di berbagai titik rawan untuk memastikan Kota Kendari bebas dari pungli dan praktik premanisme,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap dukungan aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ekonomi demi keuntungan pribadi.

“Kalau ada pungli, laporkan. Kami tindaklanjuti. Negara tidak boleh kalah dengan premanisme,” tandas AKP Basuni.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement