SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan

Ruksamin Paparkan Potensi Pohon Gamal sebagai Energi Terbarukan di Forum Nasional

IMG 20250520 WA0057
Ruksamin saat memaparkan potensi pohon gamal sebagai solusi energi baru terbarukan (EBT). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Komitmen mantan Bupati Konawe Utara yang juga Presidium KAHMI Sultra, Ruksamin dalam mendukung agenda nasional terus bergelora.

Kali ini, ia tampil di panggung Seminar Nasional Kajian Strategi Energi dan Hilirisasi dalam mendukung Pembangunan Nasional yang digelar di Hotel Claro Kendari, Selasa (20/5/2025), untuk memaparkan potensi pohon gamal sebagai solusi energi baru terbarukan (EBT).

Ruksamin menyampaikan bahwa pengembangan energi alternatif berbasis potensi lokal, seperti pohon gamal, merupakan jawaban atas tantangan zaman sekaligus wujud konkret mendukung Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Pohon gamal adalah energi baru terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil, khususnya untuk kebutuhan industri. Ini sejalan dengan agenda Presiden Prabowo, terutama pada poin 2 dan 4 Asta Cita, yakni mewujudkan swasembada energi dan melanjutkan hilirisasi sumber daya nasional,” ungkap Ruksamin.

Menurutnya, tanaman gamal yang selama ini dikenal sebagai pakan ternak, memiliki kandungan energi tinggi pada bagian batangnya, sehingga sangat potensial sebagai bahan baku biomassa. Selain itu, gamal bisa diolah menjadi wood pellet dan woodchips, yang kini tengah diburu oleh banyak negara sebagai sumber energi bersih.

“Bayangkan, dari batang gamal yang ringan dan mudah tumbuh di lahan terbuka, kita bisa hasilkan bahan bakar biomassa untuk PLTB maupun co-firing PLTU. Ini bukan sekadar wacana, tapi solusi nyata yang bisa diterapkan di Sultra dan Indonesia,” tegas Ruksamin.

Ia menambahkan, pemanfaatan gamal sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Biomassa. Karena itu, menurutnya, negara harus serius melirik potensi tanaman ini untuk mendukung kemandirian energi nasional.

“Pemerintah sebenarnya sudah membuka jalan lewat regulasi. Tinggal bagaimana kita di daerah membaca peluang ini dan bertindak cepat. Karena pemanfaatan biomassa bukan hanya soal energi, tapi juga menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ruksamin menyebutkan, budidaya gamal bisa menjadi alternatif ekonomi baru bagi masyarakat desa. Tanaman ini tidak memerlukan perawatan intensif, tahan terhadap hama, dan bisa tumbuh hanya dengan menempelkan batangnya ke tanah.

“Kita tanam gamal, lingkungan hijau, masyarakat untung, energi kita aman. Ini solusi berlapis: energi, ekonomi, dan ekologi semua terjawab,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, Ruksamin mengungkapkan pihaknya menargetkan pembangunan pabrik pengolahan gamal akan dimulai Agustus 2025. Mesin pengolahnya, kata dia, sudah disiapkan dan akan didatangkan langsung dari China.

“Insya Allah Agustus tahun ini, pembangunan pabrik pengolahan gamal akan kita mulai di Sulawesi Tenggara. Kita ingin Sultra menjadi pionir pengembangan energi biomassa nasional,” tegasnya.

Untuk diketahui, seminar nasional ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Kementerian ESDM RI Irwanuddin H.I Kulla, pakar nuklir Dr. Ir. Musri, perwakilan PT Celebes Prof. Yuang Shang, Sekda Sultra Asrun Lio, serta perwakilan dari Kadin Sultra, DPP APNI, dan kalangan akademisi serta pelaku industri.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement