KENDARI, TERASSULTRA.COM – Misteri hilangnya ribuan ampul Fentanyl atau obat bius berkadar tinggi yang tergolong narkotika golongan II di dua rumah sakit besar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga kini belum menemui titik terang.
Kasus ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Polresta Kendari, yang mengaku terus melakukan pengembangan penyelidikan.
Obat-obatan tersebut hilang secara misterius saat momen libur Idul fitri 2025 lalu. Jumlahnya tak sedikit. Di RSUD Bahteramas tercatat 1.400 ampul Fentanyl raib, sementara di RSUD Kota Kendari, sebanyak 440 ampul lenyap dari tempat penyimpanan.
Direktur RSUD Kota Kendari, Sukirman menuturkan ini merupakan kasus pertama yang terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya. Ia menyebut, laporan telah disampaikan ke kepolisian disertai dengan bukti pendukung, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).
“Dalam rekaman CCTV itu, pelaku terekam dengan cukup jelas. Semua bukti sudah kami serahkan ke pihak Polresta Kendari. Kami berharap polisi bisa segera mengungkap kasus ini,” kata Sukirman kepada terassultra, Selasa (6/5/2025).
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian siapa dalang di balik pencurian yang memunculkan kekhawatiran luas di kalangan tenaga medis dan masyarakat.
Kasi Humas Polresta Kendari, IPDA Haridin, menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan belum bisa menyimpulkan keterlibatan oknum tertentu.
“Proses penyelidikan masih berlangsung. Kami masih terus mengembangkan semua data dan petunjuk yang ada,” ujar Haridin saat ditemui di ruang kerjanya.
Menanggapi pernyataan pihak rumah sakit terkait kejelasan identitas pelaku dalam rekaman CCTV, Haridin menyatakan bahwa hal tersebut belum cukup menjadi dasar penetapan tersangka.
“Memang ciri pelaku dalam rekaman CCTV cukup terlihat. Tapi itu belum bisa dijadikan patokan tunggal dalam penyidikan. Polisi punya SOP sendiri dalam menangani kasus ini,” katanya.
Ia mengakui, pihaknya telah menyebarkan potongan gambar pelaku dari rekaman CCTV ke berbagai pihak dan jaringan internal kepolisian. Namun, hingga kini belum ada satu pun yang berhasil mengenali identitas pelaku.
“Gambar pelaku sudah kami distribusikan. Tapi belum ada yang bisa mengidentifikasinya. Kami minta masyarakat bersabar. Kami tetap bekerja maksimal untuk mengungkap siapa di balik pencurian obat berbahaya ini,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar