KENDARI, TERASSULTRA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Jumran melaksanakan kegiatan reses masa sidang III tahun 2025 di Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kamis (26/6/2025). Dalam agenda tatap muka yang digelar bersama warga tersebut, berbagai persoalan infrastruktur dasar kembali menjadi sorotan utama masyarakat.
Reses yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, aparat kelurahan, serta puluhan warga dari berbagai RT di Kelurahan Abeli. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan sejumlah keluhan dan kebutuhan mendesak yang selama ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Keluhan yang paling menonjol adalah terkait kondisi drainase yang buruk, yang dinilai menjadi penyebab utama terjadinya genangan air dan banjir lokal saat musim hujan tiba.
“Setiap kali hujan deras, air dari selokan meluap karena tidak ada drainase yang memadai. Rumah-rumah di sekitar RT kami selalu tergenang,” ungkap Baharuddin, salah satu warga yang turut hadir dalam forum tersebut.
Selain drainase, warga juga mengusulkan pengadaan sumur bor sebagai solusi krisis air bersih yang kerap terjadi saat musim kemarau. Menurut mereka, beberapa titik di Kelurahan Abeli masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, terutama di kawasan yang belum terjangkau jaringan PDAM.

Anggota DPRD Kota Kendari, Jumran saat melaksanakan reses di Kelurahan Abeli. Foto Andri
“Kalau musim kemarau, kami harus beli air. Harga air galon naik, dan sumur-sumur warga banyak yang kering. Kami harap pemerintah bantu sumur bor untuk RT-RT yang terdampak,” ujar ibu Siti Maryam, warga lainnya.
Di luar dua hal tersebut, warga juga menaruh harapan besar pada pemasangan lampu jalan di sejumlah titik yang hingga kini masih gelap saat malam hari. Kondisi ini membuat warga merasa tidak aman dan menghambat aktivitas malam, terutama bagi pelajar dan pekerja yang pulang larut.
“Beberapa titik gelap total. Kami takut terjadi begal atau pencurian. Anak-anak juga tidak bisa belajar kelompok di luar rumah karena gelap. Kami minta tolong lampu jalan segera dipasang,” kata Ardiansyah, pemuda setempat.
Menanggapi beragam keluhan tersebut, Jumran menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan warga akan langsung dibawa ke DPRD Kota Kendari dan menjadi perhatian serius. Ia menilai bahwa kebutuhan akan drainase, air bersih, dan penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dijawab oleh pemerintah.
“Dalam reses saya di Kelurahan Abeli ini, warga meminta perbaikan infrastruktur seperti sumur bor dan drainase, serta tambahan lampu jalan. Ini semua merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan tentu akan saya perjuangkan agar masuk dalam program prioritas pembangunan kota,” jelas Jumran saat diwawancarai media ini, Kamis (26/6/2025).
Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa usulan tersebut akan dibawa dalam forum pleno DPRD Kota Kendari agar dapat diusulkan secara kolektif dan masuk dalam pembahasan anggaran bersama eksekutif.

Warga sangat antusias mengikuti reses yang digelar Anggota DPRD Kota Kendari, Jumran. Foto ist
“Semua aspirasi ini akan saya sampaikan dalam rapat-rapat komisi maupun pembahasan APBD. Karena kalau tidak masuk dalam pokok-pokok pikiran dewan, akan sulit dianggarkan. Maka saya pastikan, usulan ini akan saya kawal penuh,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga memberi perhatian khusus pada permintaan warga terkait lampu jalan. Menurutnya, selain untuk kenyamanan, penerangan jalan menyangkut langsung pada aspek keamanan lingkungan.
“Lampu jalan ini menjadi hal yang sangat penting, karena menyangkut rasa aman warga. Tidak bisa ditunda-tunda. Kami akan segera komunikasikan dengan instansi teknis terkait agar segera disikapi. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan warga dalam beraktivitas,” tuturnya.
Lebih jauh, Jumran mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam menyampaikan keluhan secara langsung melalui kegiatan reses. Ia menilai, partisipasi masyarakat merupakan indikator penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif.
“Reses ini bukan hanya kewajiban formal sebagai anggota DPRD, tetapi adalah momen untuk turun langsung, melihat, dan mendengar. Karena kebijakan yang baik harus lahir dari suara rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif mengawal pembangunan, serta tidak ragu menyampaikan aspirasi jika ada persoalan di lingkungan masing-masing.
“Saya terbuka untuk menerima masukan kapan pun. Karena saya dipilih rakyat, maka suara rakyat adalah amanah yang harus saya jaga dan perjuangkan,” tandasnya. (adv)


















Komentar