KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sultra, Rabu (23/4/2025).
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, para bupati dan wali kota se-Sultra, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sultra, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala yang didampingi tiga wakil ketua, yaitu La Ode Frebi Rifai, Hasmawati, dan Herry Asiku.
Dalam sambutannya, La Ode Tariala menyoroti perkembangan Sulawesi Tenggara yang dinamis dan terus bergerak maju di tengah tantangan zaman. Ia menyebut bahwa kepemimpinan para tokoh terdahulu telah menanam pondasi kuat bagi pembangunan daerah, yang kini diteruskan oleh generasi saat ini.
“Tugas para pendahulu telah usai. Kini tanggung jawab pembangunan beralih ke pundak generasi kita sebagai pewaris negeri. Kita semua memiliki peran dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tariala juga menyoroti kepemimpinan baru Gubernur Andi Sumangerukka dan Wagub Hugua yang telah genap 65 hari kerja sejak dilantik. Meski masih dalam tahap awal, ia menilai keduanya telah menunjukkan arah pembangunan yang menjanjikan.
“Berbagai terobosan telah dilakukan. Kami percaya, dengan visi Sultra Maju Menuju Masyarakat Aman, Sejahtera dan Religius, pembangunan ke depan akan lebih terarah dan inklusif,” tambahnya.
DPRD, lanjut Tariala berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, baik sebagai mitra strategis maupun sebagai duta masyarakat yang menyuarakan aspirasi dari berbagai penjuru daerah.
“DPRD tetap fokus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara maksimal. Kami juga terus menyerap aspirasi masyarakat melalui reses, yang kemudian kami formulasikan menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah,” katanya.
Tariala turut menyinggung pentingnya merawat kemitraan antara legislatif dan eksekutif demi menjaga kohesi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Sinergitas yang kuat antara DPRD dan Pemprov adalah kunci dalam memastikan kebijakan daerah berpihak pada kebutuhan rakyat. Kohesi semacam ini perlu terus dirawat,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar