KENDARI, TERASSULTRA.COM – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar program Jumat Curhat untuk menampung aspirasi masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Reno Cafe, Pasar Panjang, dengan menghadirkan jajaran kepolisian dari Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas).
Dalam pertemuan tersebut, warga Kelurahan Bonggoeya menyampaikan berbagai keluhan terkait keamanan, terutama tawuran antar pemuda yang semakin marak selama bulan Ramadhan. Mereka khawatir aksi kekerasan ini dapat berkembang menjadi ancaman serius bagi lingkungan.
Salah satu warga, Samsuddin Ahmad, mengungkapkan keresahannya terkait ulah sekelompok pemuda yang sering terlibat tawuran di sekitar Pasar Panjang. Menurutnya, aksi ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum tetapi juga membahayakan keselamatan warga.
“Setiap malam, kami was-was. Tawuran bisa pecah kapan saja, bahkan di tengah malam. Kadang mereka membawa senjata tajam. Kami khawatir, kalau tidak ditindak tegas, bisa ada korban jiwa,” ujarnya.
Selain tawuran, warga juga menyoroti meningkatnya kasus pencurian di kawasan tersebut. Mulai dari pencurian di rumah warga, kos-kosan, hingga kotak amal di masjid.
“Kami sering kehilangan barang di kos-kosan, mulai dari pakaian hingga barang elektronik. Belum lagi pencurian kotak amal di masjid yang makin sering terjadi. Ini sangat meresahkan,” kata seorang warga lainnya.
Tak hanya itu, peredaran minuman keras (miras) dan narkoba juga menjadi perhatian utama. Beberapa warga melaporkan bahwa transaksi barang haram ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi di beberapa titik yang minim pengawasan.
Menanggapi keluhan tersebut, Wadir Pam Obvit Polda Sultra, AKBP Darmono menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya dengan meningkatkan patroli di titik-titik rawan serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas yang mencurigakan.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan meningkatkan patroli, terutama di lokasi yang sering terjadi tawuran dan tindak kriminal. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparat setempat untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.
Polda Sultra berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama selama bulan Ramadhan. Selain patroli rutin, polisi juga akan menggandeng tokoh masyarakat, pemuda, dan pihak terkait lainnya untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa gangguan keamanan. Kami juga mengajak peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban,” tandas AKBP Darmono.
Sementara itu, Kabag Bin Ops Dit Samapta, AKBP Muhadi Walam, mengatakan bahwa pihaknya telah memetakan wilayah yang berpotensi terjadi gangguan keamanan.
“Kami sudah mengidentifikasi beberapa titik rawan dan akan menempatkan personel untuk melakukan pengamanan lebih intensif. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kejadian mencurigakan agar tindakan preventif bisa segera dilakukan,” ungkapnya.
Program Jumat Curhat menjadi salah satu strategi Polda Sultra dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Dengan adanya forum seperti ini, warga dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi, sekaligus mendapatkan respons cepat dari pihak kepolisian.
Penulis: Andri


















Komentar