SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan

Puji Kepemimpinan ASR, Ketua DPRD: Benahi Infrastruktur Tanpa Sentuh APBD

IMG 20250226 WA0054
Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala saat puji kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), kembali menuai apresiasi dari berbagai pihak atas pendekatannya dalam membangun daerah. Tanpa mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), ASR disebut kerap menggunakan dana Yayasan ASR untuk memperbaiki infrastruktur dan membantu masyarakat.

Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala menjadi salah satu tokoh yang menyampaikan dukungannya terhadap langkah Gubernur ASR. Menurut Tariala, penggunaan dana yayasan bukan hanya legal, tapi juga menunjukkan komitmen dan ketulusan kepala daerah dalam membangun Sultra.

“Pak Gubernur saya lihat bekerja dengan hati. Ia ingin menunjukkan kinerja yang nyata untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tariala kepada wartawan, Kamis (10/4/2025).

Ia menjelaskan, ketika ASR melihat fasilitas umum seperti jalan atau jembatan dalam kondisi rusak dan belum teranggarkan dalam APBD, maka ia tak segan menggelontorkan dana melalui Yayasan ASR untuk membenahinya. Langkah ini, menurut Tariala, merupakan bentuk kepedulian nyata tanpa melanggar ketentuan hukum.

“Kalau menggunakan dana pribadi, itu mungkin bisa menimbulkan pertanyaan. Tapi dana Yayasan, itu sah-sah saja. Tidak ada aturan yang melarang. Dan yang dilakukan Pak Gubernur sudah sesuai mekanisme,” katanya.

Langkah ini dinilai sangat membantu, terlebih dalam kondisi keuangan negara yang tengah mengalami pengetatan anggaran di berbagai lini. Di tengah keterbatasan itu, ASR justru mampu menggerakkan berbagai sumber daya untuk memastikan pembangunan tetap berjalan.

Tariala juga mengungkapkan bahwa ASR tidak hanya mengandalkan yayasan miliknya, tetapi juga menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sultra untuk ikut terlibat dalam pembangunan. Salah satu contohnya adalah permintaan kepada perusahaan tambang agar berkontribusi dalam perbaikan jalan yang mereka lintasi setiap hari.

“Saat jalan rusak dan belum masuk dalam program prioritas daerah, Pak Gubernur minta perusahaan-perusahaan yang melintasi jalur itu untuk urunan memperbaikinya. Ini strategi cerdas tanpa membebani APBD,” lanjutnya.

Selain langkah konkret di lapangan, Tariala juga menyoroti hubungan harmonis antara Gubernur dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia menyebut, sinergi antar-lembaga yang kini terjalin sangat erat turut mempercepat proses pembangunan.

“Kita lihat sendiri, sekarang Forkopimda makin kompak. Bahkan dalam beberapa agenda pemerintahan, mereka menggunakan kendaraan yang sama—seperti bus Brimob Polda Sultra. Ini simbol kekompakan dan kebersamaan,” tutur politisi Partai NasDem itu.

Ia menilai, keharmonisan Forkopimda di bawah kepemimpinan ASR menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan stabilitas daerah. Koordinasi yang baik antara pemprov, kepolisian, kejaksaan, dan TNI membuka jalan untuk percepatan pembangunan lintas sektor.

Tariala berharap, model kepemimpinan yang ditunjukkan ASR dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya, khususnya dalam hal kreatif mencari solusi atas keterbatasan anggaran.

“Kita butuh pemimpin yang bukan hanya duduk di belakang meja menunggu anggaran, tapi juga aktif mencarikan solusi. Dan Pak ASR sudah membuktikan itu,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement