SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Kriminal

PT MS Laporkan Tiga Warga Lamoen atas Dugaan Penyerangan Brutal terhadap Karyawan

Screenshot 20250607 230828 WhatsApp
Diduga warga Lamoen Kecamatan Angata, Kabupaten Konsel saat melakukan penyerangan terhadap karyawan PT Marketindo Selaras. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – PT Marketindo Selaras (MS), perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan sawit, resmi melaporkan tiga warga Desa Lamoen, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), ke Polda Sultra.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyerangan brutal terhadap salah satu karyawan perusahaan yang mengakibatkan korban mengalami luka parah hingga harus menjalani operasi.

Pelaporan dilakukan pada Jumat (6/6/2025), tidak lama setelah insiden yang terjadi di kawasan lahan perusahaan. Ketiga warga yang dilaporkan masing-masing berinisial TT, TS, dan TM.

“Kami telah resmi melaporkan tiga orang warga Desa Lamoen ke Polda Sultra atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Terlapor TT kami duga sebagai provokator sekaligus pelaku utama,” ungkap Legal Officer PT MS, Purnomo saat dikonfirmasi awak media.

Menurut keterangan Purnomo, insiden bermula saat enam karyawan PT MS, termasuk korban berinisial M, sedang melakukan patroli rutin di area perkebunan sawit yang terletak di dalam wilayah administrasi Desa Lamoen. Tiba-tiba, kelompok warga yang diduga dipimpin oleh TT datang menggunakan sepeda motor dan menghadang para karyawan tersebut.

“Awalnya hanya adu mulut. Namun tiba-tiba mereka menyerang. Korban M yang hendak menghindar dan berlari menuju mobil malah terjatuh. Saat itu dia langsung dipukul menggunakan kayu oleh TT, kemudian dua pelaku lainnya memarangi korban,” jelas Purnomo.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala, patah tulang hidung, serta luka serius di lutut kanan dan tumit. Bahkan, kata Purnomo, setelah korban tersungkur, para pelaku diduga masih terus menganiaya dan hendak menghabisi nyawa korban.

“Salah satu dari pelaku sudah mengayunkan parang ke arah kepala korban. Untung saja rekan korban sigap dan berhasil menangkis serangan itu. Kalau tidak, nyawa korban bisa melayang,” ungkapnya.

PT MS mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut secara serius. Terutama terhadap TT, yang diduga kuat sebagai otak penyerangan dan provokator dalam peristiwa berdarah ini.

“Kami minta kepada Polda Sultra untuk segera menangkap TT karena dia yang menjadi pemicu kerusuhan dan bertindak sangat brutal,” tegas Purnomo.

Perusahaan juga membantah tuduhan dari sejumlah pihak yang menyebut bahwa justru pihak perusahaan yang menyerang masyarakat. Menurut Purnomo, karyawan perusahaan dalam posisi bertahan dan tidak ada yang lebih dahulu melakukan penyerangan.

“Kami tegaskan, bukan kami yang menyerang. Justru kami yang menjadi korban. Ini murni penganiayaan terhadap karyawan kami yang sedang menjalankan tugasnya,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement