SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Ekobis Kabar Daerah

PT Ceria Hadirkan Investasi Pro Rakyat di Kolaka, Ketua KNPI: Ini Bukan Ancaman, Tapi Peluang Emas

IMG 20250617 WA0084
Ketua KNPI Kolaka Ripaldi Rusli dukung pembangunan smelter PT Ceria Nugraha Indotama. Foto Andri

KOLAKA, TERASSULTRA.COM – Investasi besar PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat.

Proyek pembangunan Smelter “Merah Putih” yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah pusat tidak hanya mencerminkan keberhasilan program hilirisasi mineral, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di daerah.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kolaka, Ripaldi Rusli angkat bicara soal kontribusi besar PT CNI di Kecamatan Wolo. Ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang nikel nasional ini harus disambut sebagai peluang, bukan tantangan, karena manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kehadiran PT Ceria bukan sekadar investasi tambang. Ini adalah bentuk nyata kontribusi anak bangsa dalam membangun negeri. Ribuan lapangan kerja terbuka, infrastruktur berkembang, dan masyarakat sekitar mulai merasakan dampaknya,” ujar Ripaldi, Selasa (17/6/2025).

Menurutnya, PT CNI adalah contoh ideal investasi sehat yang berpihak pada rakyat. Ia mengapresiasi keberanian perusahaan yang sepenuhnya dimiliki anak bangsa, bukan investor asing, dalam mengelola sumber daya nikel secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kita tidak sedang menyerahkan kekayaan kita ke pihak asing. PT CNI adalah milik putra bangsa. Inilah bentuk kedaulatan ekonomi yang seharusnya didukung bersama. Kami di KNPI berdiri di barisan paling depan untuk mengawal investasi ini,” tegasnya.

Ripaldi merinci enam poin utama kontribusi nyata PT Ceria yang menurutnya menjadikan investasi ini patut dikawal dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat, diantaranya:

1. Proyek Strategis Nasional di Daerah

Pembangunan Smelter Merah Putih sebagai PSN menjadikan Kolaka sebagai pemain kunci dalam industri nikel nasional. Hal ini bukan hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga mempercepat pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.

2. Perusahaan Milik Anak Bangsa

Tidak seperti banyak perusahaan tambang lain yang dikuasai asing, PT CNI merupakan perusahaan nasional yang dimiliki warga negara Indonesia. “Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Anak bangsa mampu dan berdaulat atas kekayaan alamnya sendiri,” katanya.

3. Penggerak Ekonomi Rakyat dan Daerah

Dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah, PT CNI menjadi lokomotif ekonomi di Kecamatan Wolo. UMKM tumbuh, aktivitas perdagangan meningkat, dan roda perekonomian lokal terus berputar.

4. Peluang Kerja untuk Anak Muda Kolaka

Ribuan lapangan kerja telah terbuka, terutama bagi pemuda lokal. Ini menjadi angin segar di tengah tingginya angka pengangguran, sekaligus memberi harapan baru bagi generasi muda Kolaka untuk bangkit dan berkembang.

5. Dukungan Hilirisasi dan Visi Presiden

Pembangunan smelter sejalan dengan visi hilirisasi Presiden Joko Widodo. “Ini bukan hanya soal Kolaka, ini soal masa depan industri nasional yang ingin mandiri dan menyejahterakan rakyat,” ucap Ripaldi.

6. Program Sosial yang Menyentuh Masyarakat

CSR PT CNI telah menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga kegiatan keagamaan.

“Program-program ini bukan slogan. Masyarakat melihat dan merasakannya langsung,” tambahnya.

Lebih jauh, Ripaldi menekankan pentingnya peran pemuda dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak terjebak pada provokasi atau gerakan yang justru menghambat kemajuan daerah.

“Kami siap menolak keras kelompok-kelompok yang menyebar disinformasi atau mencoba menggagalkan investasi ini. Pemuda harus menjadi mitra pembangunan, bukan penghambatnya,” jelasnya.

Ia juga menyerukan kolaborasi antara pemuda, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat sipil untuk mewujudkan Kolaka sebagai daerah industri yang kuat secara ekonomi dan berdaulat secara nasional.

“Kalau kita ingin daerah ini maju, kita harus dukung investasi yang berpihak pada rakyat. PT Ceria adalah contoh bahwa anak bangsa mampu membangun tanpa harus tergantung pada asing,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement