KENDARI, TERASSULTRA.COM – Penanganan perkara yang menyeret Travel Tajak Ramadhan Group (TRG) memasuki babak baru. Polresta Kendari mengungkap adanya selisih dana jumbo yang diduga terkait penyalahgunaan uang jamaah umrah dan haji.
Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welli Wanto melalui Kanit Tipidter IPDA Ariel Mogenz Ginting menyatakan, temuan itu berasal dari hasil analisis awal terhadap aliran dana periode Januari 2025 hingga Februari 2026.
“Dari hasil pemeriksaan awal terhadap aliran dana periode Januari 2025 sampai Februari 2026, kami menemukan selisih signifikan sebesar Rp1.336.740.000 dari salah satu agen terbesar TRG,” jelasnya, Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, pendalaman difokuskan pada rekening BRI atas nama Hj Amra Nur yang menjadi objek analisis arus dana dari agen berinisial N tersebut.
“Hasil pemeriksaan mutasi menunjukkan total dana masuk sebesar Rp9.691.405.000. Dari jumlah itu terdapat fee atau upah agen sebesar Rp381.145.000 yang berada di luar harga paket jamaah. Sehingga dana bersih yang tercatat dikelola sebesar Rp9.310.260.000,” ungkapnya.
Namun, angka itu tak sebanding dengan total kewajiban perjalanan yang semestinya dibayarkan agen kepada pihak travel. Berdasarkan data penyidik, total kewajiban mencapai Rp10.647.000.000, dengan rincian:
Bintang 3 Reguler 9 Hari: 336 orang x Rp20.000.000 = Rp6.720.000.000
Bintang 3 Ramadhan 30 Hari: 24 orang x Rp35.000.000 = Rp840.000.000
Bintang 3 Reguler 12 Hari: 19 orang x Rp32.500.000 = Rp617.500.000
Bintang 5: 35 orang x Rp38.000.000 = Rp1.330.000.000
Aqsa: 7 orang x Rp48.500.000 = Rp339.500.000
DP Ibadah Haji: 4 orang x Rp200.000.000 = Rp800.000.000
“Total keseluruhan kewajiban umrah dan haji tersebut berjumlah Rp10.647.000.000. Ketika direkonsiliasi dengan dana bersih yang tercatat dikelola, terdapat kekurangan sebesar Rp1.336.740.000,” kata Ariel.
Selisih itu, menurut penyidik, memunculkan dugaan kuat bahwa sebagian dana jamaah tidak sepenuhnya disetorkan kepada pihak travel sebagaimana mestinya.
“Perlu kami tegaskan, temuan ini baru berasal dari pemeriksaan terhadap satu agen terbesar TRG berinisial N dan masih berdasarkan analisis rekening travel. Penelusuran lanjutan terhadap kemungkinan adanya aliran dana langsung dari jamaah kepada agen serta pemeriksaan terhadap agen lainnya masih akan dilakukan,” tegasnya.
Dengan demikian, ia menyatakan proses klarifikasi dan pendalaman terus berjalan. Penyidik juga membuka peluang pemanggilan pihak-pihak lain yang terkait guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana jamaah.
“Semua akan kami telusuri. Fokus kami memastikan kejelasan aliran dana dan pertanggungjawabannya,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar