SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Lingkungan

Polres Bombana Dinilai Tak Mampu Tangani Dugaan Tambang Emas Ilegal, Warga Minta TNI Turun Tangan

IMG 20250302 WA0004
Salah satu exavactor saat melakukan aktivitas pertambangan di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. Foto Andri

BOMBANA, TERASSULTRA.COM – Kepolisian Resor (Polres) Bombana dianggap tidak mampu menangani kasus dugaan penambangan emas ilegal yang terjadi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Atas kondisi ini, Forum Masyarakat Peduli Bombana (FMPB) bersama masyarakat setempat mendesak agar pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Koordinator FMPB, Haslin Hatta Yahya, menyampaikan bahwa aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut semakin merajalela dan mengancam lingkungan serta kehidupan masyarakat sekitar. Menurutnya, berbagai laporan telah disampaikan kepada aparat kepolisian, namun hingga kini belum ada tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas tersebut.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan laporan kepada pihak kepolisian, namun sepertinya tidak ada langkah konkret yang diambil. Penambangan ilegal masih terus berlangsung, bahkan semakin meluas. Ini menunjukkan bahwa Polres Bombana tidak mampu menangani kasus ini dengan baik,” ujar Haslin, Minggu (2/3/2025).

Menurutnya, aktivitas tambang emas ilegal di Desa Wumbubangka bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Selain itu, penggunaan alat berat dalam kegiatan tambang ilegal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem yang lebih parah, termasuk pencemaran sungai yang menjadi sumber air bagi warga setempat.

“Kami khawatir jika dibiarkan, dampaknya akan lebih luas. Oleh karena itu, kami mendesak agar TNI turun tangan untuk menertibkan tambang ilegal ini. Kami percaya bahwa dengan kewenangan dan kedisiplinan yang dimiliki TNI, masalah ini bisa segera ditangani dengan tegas,” tegasnya.

Selain meminta keterlibatan TNI, FMPB juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengambil langkah nyata dalam menindak para pelaku tambang ilegal. Menurut Haslin, ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum sangat dibutuhkan agar masalah ini tidak terus berlarut-larut.

“Kami tidak ingin wilayah Bombana ini menjadi sarang tambang ilegal yang dibiarkan tanpa penegakan hukum. Negara harus hadir untuk melindungi rakyat dan lingkungannya dari eksploitasi liar seperti ini,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Polres Bombana terkait tudingan masyarakat yang menilai mereka gagal menangani tambang emas ilegal di Wumbubangka.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement