BOMBANA, TERASSULTRA.COM – Aktivitas tambang emas dugaan ilegal di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, semakin menjadi-jadi. Sejumlah alat berat jenis ekskavator beroperasi secara terang-terangan di kawasan hutan, seolah tak tersentuh hukum. Polres Bombana, yang seharusnya bertindak tegas, justru dinilai berdiam diri dan terus kecolongan.
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Bombana (FMPB), Haslin Hatta Yahya, menegaskan bahwa pertambangan liar ini semakin brutal, diduga mendapat bekingan dari oknum aparat.
“Kalau kita ke SP 6, 7, dan 9 di Desa Wumbubangka, kita bisa lihat sendiri bagaimana tambang emas dugaan ilegal ini beroperasi. Mereka memakai alat berat, menggali emas di kawasan hutan tanpa takut. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada aparat yang melindungi,” ujar Haslin, Sabtu (22/2/2025).

Salah satu excavator saat beroperasi melakukan dugaan penambangan emas ilegal di Bombana. Foto Andri
Haslin menuding ada indikasi kuat keterlibatan oknum di Polres Bombana dalam pembiaran aktivitas dugaan ilegal ini. Menurutnya, mustahil tambang sebesar itu bisa berjalan tanpa ada restu dari pihak tertentu.
“Kami menduga ada aparat yang bermain. Kalau tidak, bagaimana mungkin mereka bisa beroperasi sebebas ini tanpa ada tindakan tegas? Anehnya lagi, Polres Bombana selalu gagal mengungkap pelaku di lapangan. Apakah ini kelalaian, atau memang sengaja dibiarkan?” katanya.
Selain dugaan keterlibatan aparat, Haslin juga menyoroti peran dua perusahaan yang beroperasi di wilayah eks konsesi PT Panca Logam Nusantara: Anugerah Alam Buana Indonesia (AABI) dan Panca Logam Makmur (PLM).
Ia menduga bahwa dua perusahaan ini memiliki keterkaitan dengan aktivitas dugaan ilegal di Wumbubangka. Sayangnya, belum ada tindakan konkret dari aparat penegak hukum untuk menyelidiki lebih jauh keterlibatan mereka.
“Kami melihat ada pola yang sama dengan apa yang terjadi sebelumnya. AABI dan PLM harus diperiksa lebih lanjut, jangan sampai mereka ikut bermain dalam operasi tambang ilegal ini,” tegasnya.

Warga saat melakukan aktivitas penambangan emas dugaan ilegal di Bombana. Foto Andri
Kesabaran warga sudah habis. Jika aparat tak segera bertindak, mereka berencana melakukan penangkapan sendiri terhadap para pelaku tambang emas ilegal.
“Senin nanti, kami akan melaporkan bukti-bukti berupa foto dan data ke Polres Bombana. Tapi jika tidak ada tindakan, kami sendiri yang akan menangkap para pelaku dan menyerahkannya ke polisi. Sudah cukup kami dibodohi,” ancam Haslin.
Hingga berita ini diterbitkan, media inu masih berupaya melakukan upaya konfirmasi terhadap pihak Polres Bombana.
Penulis: Andri


















Komentar