SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Polda Sultra Turunkan 50 Personel Satbrimob untuk Sterilisasi Lokasi Pelaksanaan STQH

Brimob 2
Personel Satuan Brimob saat melakukan sterilisasi di sejumlah lokasi utama pelaksanaan STQH Nasional di Kendari. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Polda Sultra menurunkan sebanyak 50 personel Satuan Brimob untuk melakukan sterilisasi di sejumlah lokasi utama pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan pengamanan ini dilakukan oleh Tim Gegana Satbrimob Polda Sultra di bawah pimpinan Danden Gegana Kompol Asri Diyni selaku Kasubsatgas, dan Wadanden Gegana AKP I Made Edy Sastrawan sebagai Perwira Pengendali (Padal). Mereka dibagi dalam empat tim komposit yang bergerak serentak di titik-titik strategis penyelenggaraan STQH Nasional.

“Sterilisasi ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh area kegiatan bebas dari potensi ancaman bahan peledak maupun zat berbahaya. Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian STQH Nasional XXVIII berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ungkap Kompol Asri Diyni.

Ajang STQH Nasional XXVIII di Kendari tahun ini dihadiri ribuan peserta dan tamu undangan dari seluruh Indonesia, termasuk pejabat tinggi negara dan perwakilan kementerian. Karena itu, pengamanan maksimal menjadi prioritas utama bagi Polda Sultra.

“Kegiatan keagamaan berskala nasional seperti ini tentu membutuhkan pengamanan ekstra. Kami memastikan setiap titik sudah steril sebelum kegiatan dimulai, agar para peserta dan tamu merasa aman, nyaman, dan bisa fokus mengikuti seluruh rangkaian acara,” tambah Kompol Asri Diyni.

Proses sterilisasi dilakukan di sejumlah lokasi penting, di antaranya Aula BPMP Kendari, Auditorium IAIN Kendari, Aula Inspektorat Sultra, Aula Kemendikbud, ruang transit VVIP, Lapangan Eks-MTQ Kendari, serta Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, yang menjadi pusat berbagai rangkaian kegiatan STQH Nasional XXVIII.

Untuk memastikan pemeriksaan maksimal, tim Gegana menerapkan prosedur standar internasional dengan dukungan peralatan deteksi canggih seperti X-ray Open Vision, Hand Metal Detector, Riideye, dan Hand Held Mirror. Setiap ruangan, area publik, podium, hingga kendaraan yang keluar-masuk lokasi diperiksa secara detail dan berlapis.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh area dalam kondisi aman dan steril. Tidak ditemukan benda mencurigakan, bahan peledak, maupun unsur kimia, biologi, atau radioaktif berbahaya,” ungkap AKP I Made Edy Sastrawan, yang memimpin langsung tim teknis di lapangan.

Usai sterilisasi, seluruh area yang telah diperiksa diserahkan kepada Padal Pengamanan Objek untuk pengawasan lanjutan. Berdasarkan hasil laporan akhir, seluruh titik kegiatan dinyatakan aman dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan.

“Sterilisasi bukan hanya sekadar prosedur teknis, tetapi merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman bagi peserta, panitia, dan masyarakat. Keamanan adalah fondasi utama keberhasilan STQH Nasional ini,” tandas AKP I Made Edy Sastrawan

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement