SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Polda Sultra Gelar Jumat Curhat, Warga Sebut Peredaran Narkotika di Kendari Semakin Meningkat

Jumat curhat
Polda Sultra saat menggelar jumat curhat di Kelurahan Lepo-Lepo. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar jumat curhat. Kali ini di radar coffee Lepo-Lepo, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan bahwa di wilayah mereka peredaran narkoba jenis shabu semakin meningkat. Kemudian tindak pidana pencurian, sengketa tanah, ketertiban lalu lintas di depan Puskesmas Lepo-Lepo, serta gangguan ternak sapi yang berkeliaran di pemukiman warga.

Menanggapi hal itu, Ps. Kepala Bagian Operasional Ditnarkoba Polda Sultra, Kompol Jumardin, mengakui bahwa peredaran narkoba memang mengalami peningkatan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Kendari. Ia menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam membantu aparat kepolisian menekan penyalahgunaan narkotika.

“Peningkatan peredaran narkoba ini memang terjadi di hampir seluruh wilayah. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali Pos Kamling, dan segera melapor jika mengetahui ada aktivitas mencurigakan,” tegasnya, Jumat (10/10/2025).

Ia juga menjelaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam memutus mata rantai distribusi narkoba di tingkat lingkungan.

“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Dengan partisipasi masyarakat, pengawasan akan lebih efektif. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan kegiatan Jumat Curhat merupakan program rutin Polda Sultra untuk menampung aspirasi warga sekaligus memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat. Melalui forum ini, dia berharap bisa lebih memahami situasi sosial di lapangan dan merespons cepat berbagai permasalahan yang muncul.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa polisi bukan hanya hadir ketika terjadi kejahatan, tapi juga menjadi mitra dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” tutup Kompol Jumardin.

Sementara itu, Wakil Direktur Ditpolairud Polda Sultra, Kompol Sari menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli keamanan di wilayah Lepo-Lepo, terutama pada titik-titik rawan kejahatan yang disampaikan warga.

“Kami sudah petakan sejumlah lokasi rawan, dan akan memperkuat patroli di jam-jam tertentu agar masyarakat merasa lebih aman,” paparnya.

Selain membahas isu narkoba, kegiatan Jumat Curhat juga menyinggung permasalahan sengketa tanah. Menurut Kompol Sari, persoalan tersebut membutuhkan penanganan administratif yang melibatkan instansi lain.

“Untuk urusan sengketa tanah, kami harap warga berkoordinasi langsung dengan pihak BPN agar legalitas kepemilikan lahan bisa dipastikan. Polisi siap membantu jika terjadi potensi konflik di lapangan,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement