KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Kendari, Syahrir Kanda mengumpulkan seluruh tenaga honorer lingkup Sekretariat DPRD Kota Kendari dalam rapat internal yang digelar di aula kantor DPRD, Rabu (21/5/2025).
Dalam forum tersebut, Syahrir menegaskan pentingnya peningkatan kinerja, kedisiplinan, serta profesionalisme, sembari menutup pintu bagi rekrutmen tenaga honorer baru.
Rapat yang dihadiri ratusan tenaga honorer ini menjadi momentum konsolidasi internal yang pertama sejak Syahrir menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan.
Dari data yang dihimpun, tercatat lebih dari 100 tenaga honorer masih aktif di lingkungan Setwan, dengan 9 di antaranya telah lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2024.
“Pertemuan ini saya lakukan untuk memberikan arahan sekaligus evaluasi. Saya mengapresiasi tenaga honorer yang sudah menunjukkan kinerja baik. Tapi ke depan, saya akan lebih menekankan pada evaluasi kerja,” ungkap Syahrir.
Menurutnya, evaluasi kinerja akan fokus pada tiga aspek utama: pelaksanaan tugas dan fungsi, kedisiplinan, serta kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan seluruh honorer agar bekerja lebih profesional, mengingat beban kerja semakin meningkat, sementara jumlah personel tidak bisa ditambah.
“Pada intinya saya minta semua bekerja lebih profesional. Ini penting agar kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baik dalam pelayanan maupun tata kelola internal,” tegasnya.
Syahrir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkot Kendari ini juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan merekrut tenaga honorer baru, meskipun sejumlah honorer telah beralih status menjadi PPPK dan ditempatkan di luar Sekretariat DPRD.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), yang menegaskan larangan perekrutan tenaga honorer baru di lingkungan pemerintahan daerah.
“Dengan adanya ketentuan dari Kemenpan-RB, maka saya ingin mengoptimalkan yang sudah ada. Kita tidak boleh menambah personel baru, itu sudah jadi ketentuan. Kita harus beradaptasi dan memaksimalkan yang ada,” papar Syahrir.
Ia juga mendorong para tenaga honorer agar mempersiapkan diri mengikuti seleksi calon ASN, baik melalui jalur PPPK maupun PNS. Menurutnya, peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik, sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas SDM di lingkungan pemerintah daerah.
“Sekarang ini, kesempatan menjadi ASN terbuka melalui jalur resmi. Saya dorong teman-teman honorer agar mempersiapkan diri dengan baik, ikuti seleksi dan raih status kepegawaian yang lebih jelas,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar