KENDARI, TERASSULTRA.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, secara resmi meluncurkan empat proyek perubahan inovatif yang diinisiasi oleh pejabat eselon II Pemerintah Kota Kendari. Peluncuran ini merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXXV Tahun 2024 yang digelar di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Selasa, (10/12/2024).
Dalam sambutannya, Pj Wali Kota memberikan apresiasi atas komitmen para pejabat yang telah merancang proyek-proyek strategis tersebut. Ia berharap program ini tidak hanya menjadi gagasan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendorong inovasi di lingkungan pemerintahan.
“Proyek perubahan ini adalah wujud inovasi dalam membangun daerah. Saya berharap program yang dirancang dapat dijalankan secara konsisten dan mendapat dukungan dari seluruh pihak,” ungkap Muhammad Yusup.
Muhammad Yusup menegaskan bahwa proyek-proyek perubahan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan implementasi program.
“Inovasi adalah kunci untuk menjawab tantangan masa depan. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin program ini dapat menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kota Kendari,” tutupnya.
Keempat proyek tersebut meliputi Coaching Clinic Center bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), SISAKU (Siasati Sampah Kita Jadi Uang), SI INDAH (Sinergitas Pengendalian Inflasi Daerah), serta Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana (RASA PUAS ABE).
1. Coaching Clinic Center ASN: Meningkatkan Kualitas SDM Pemerintah
Proyek perubahan yang digagas oleh Asisten III Setda Kota Kendari, Makmur, bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi ASN melalui pendekatan coaching dan mentoring yang terstruktur. Program ini difokuskan pada pengembangan kepemimpinan, peningkatan kinerja organisasi, serta penguatan kompetensi individu.
Selain itu, program ini mendukung transformasi digital dengan menyediakan platform pembelajaran yang fleksibel, menciptakan ASN yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap tantangan masa depan. Langkah ini sejalan dengan visi Pemkot Kendari dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efisien dan inovatif.
2. SISAKU: Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari, Paminuddin, menghadirkan SISAKU sebagai solusi atas persoalan sampah yang terus meningkat. Program ini mengintegrasikan pengelolaan sampah mulai dari pemilahan di sumber hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos dan energi alternatif.
Dalam jangka panjang, SISAKU ditargetkan dapat mengurangi hingga 50 persen volume sampah yang masuk ke TPA Puuwatu, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Proyek ini bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bersih, ekonomi berkelanjutan, dan mendukung mitigasi perubahan iklim,” ujar Paminuddin.
3. SI INDAH: Kendalikan Inflasi Melalui Ketahanan Pangan
Abdul Rauf, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, menginisiasi SI INDAH untuk mengendalikan inflasi pangan di tingkat daerah. Program ini berfokus pada pendirian kios pangan yang menjual bahan pokok dengan harga terjangkau di pasar-pasar utama Kendari.
Melalui langkah ini, Pemkot Kendari berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan murah, menjaga stabilitas harga, serta mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah. “SI INDAH memberikan dampak nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi lokal,” jelas Abdul Rauf.
4. RASA PUAS ABE: Tingkatkan Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan
Proyek Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana (RASA PUAS ABE) yang diinisiasi oleh Kalaksa BPBD Kota Kendari, Fadlil Suparman, dirancang untuk memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan terhadap risiko bencana. Program ini mencakup pembentukan tim tanggap darurat, penyediaan jalur evakuasi, hingga simulasi penanggulangan bencana di rumah sakit dan puskesmas.
“Kami ingin memastikan fasilitas kesehatan tetap berfungsi optimal selama bencana, demi menyelamatkan nyawa dan menjaga keberlanjutan layanan medis,” tandas Fadlil.
Penulis: Andri


















Komentar