SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik

Pilih Pemimpin di Pilgub, La Ode Ida: Sandingkan dan Bandingkan

IMG 20240720 WA0017
Pasangan balon Gubernur dan balon Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas-La Ode Ida. Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Ida, berikan tips agar tidak salah memilih pemimpin atau kepala daerah yang akan memimpin Sultra lima tahun kedepan.

Tips ini, bukan lain ditujukan kepada mereka yang akan menggunakan hak pilihnya di gelanggan politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 27 November 2024 mendatang.

La Ode Ida meminta masyarakat untuk jelih memilih dan melihat potensi figur Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2025-2030 berdasarkan bibit dan bobotnya.

La Ode Ida mengaku semua kontestan Pilgub 2024 kali ini hampir merata, baik dari sisi pengalaman dan kualitas menjadi seorang pemimpin.

“Kami minta, ada dua hal sebelum memilih, satu sandingkan, kedua bandingkan kami-kami (Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sultra), baru memilih,” ungkap La Ode Ida, Senin (2/9/2024).

Bila ditelaah dari pernyataan La Ode Ida, Balon Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas ini, cukup mempertegas bahwa masyarakat mesti memilih pemimpin yang betul-betul mempunyai kualitas dan kapabalitas yang begitu moncer baik secara politik maupun birokrasi.

Berbicara kemampuan memimpin daerah, Lukman Abunawas, tak perlu diragukan lagi. Lukman Abunawas pernah menjadi Bupati Konawe dua periode, lalu Wakil Gubernur Sultra satu periode.

Kemudian pengalaman di birokrasi, Lukman Abunawas mengawali karirnya sebagai camat, hingga puncak karirnya ke Aparatur Sipil Negara (ASN) nya sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Sultra.

Kesuksesan Lukman Abunawas di politik, tak kalah mentereng didapuk atau ditunjuk menjadi Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), berkat tangan dinginnya, Lukman berhasil mendongkrak jumlah kursi legislatif di Pileg 2024 lalu.

Dimana, dari jumlah 69 kursi legislatif DPRD Sultra dan kabupaten kota se-Sultra hasil Pileg 2019, kini meningkat 11 kursi dengan total keseluruhan 81 kursi untuk periode 2024-2029. Sehingga dari capaian ini, menempatkan PDI-P Sultra masuk empat besar nasional dengan peraih kursi terbanyak diinternal PDI-P.

Sedangkan, La Ode Ida, mungkin tak asing lagi di mata masyarakat Sultra. Pria kelahiran Muna ini telah melalang buana di dunia perpolitikan nasional. Puncak karir politiknya, ketika dirinya menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia periode 2004-2009 sampai dengan 2009-2014.

Sedangkan diluar karir politik, La Ode Ida sempat diangkat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI), juga dua periode, dan masih banyak hal lain yang mengkukuhkan dirinya salah satu putra terbaik yang dimiliki Sultra. Ini membuktikan, kedua figur tersebut, kuat secara politik dan birokrasi.

“Jangan lupa, sandingkan dan bandingkan agar tidak salah pilih,” tandas La Ode Ida.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement